Oei Hui Lan : Kisah Tragis Putri Terkaya di Indonesia

1234Kisah tentang kehidupan Oei Hui Lan yang merupakan anak kedua dari pernikahan seorang Raja Gula asal Semarang yang bernama Oei Tiong Ham dengan seorang perempuan yang bernama Goei Bing Nio. Sang ayah, Oei Tiong Ham memiliki 2 orang putri dengan istri pertama, dan 42 orang anak dari 8 istri. Memiliki ayah yang seorang Raja Gula dan bahkan mendapat julukan orang terkaya di Asia Tenggara membuat kehidupan Oei Hui Lan senantiasa bergelimangan harta. Oei Hui Lan merupakan anak kesayangan Oei Tiong Ham, oleh karenanya semua yang Hui Lan inginkan selalu dipenuhi. Oei Hui Lan kecil tumbuh sebagai anak yang tomboy dan lebih senang dengan permainan anak laki-laki. Karakter Hui Lan berbeda dengan sang kakak yang bernama Oei Tjong Lan yang cenderung lemah lembut seperti perempuan kebanyakan. Hampir tidak ada kesusahan dalam kehidupan masa kecil Hui Lan, karena apa yang dia minta selalu didapatkan dengan mudah. Meskipun dia seorang anak pebisnis sukses, Hui Lan tidak tumbuh menjadi anak yang sombong. Dia masih suka ngobrol dan bercerita dengan para pembantunya.

Hui Lan dan Tjong Lan sering diajak berlibur oleh Ibunya pergi ke Singapura dan keliling Eropa. Karakter Hui Lan yang pandai bergaul dengan siapa saja membuat dia memiliki banyak teman. Kehidupan yang mewah dan nama besar ayahnya sebagai pebisnis sukses mengantarkan dia kepada komunitas para bangsawan baik di dalam maupun luar negeri. Kepiawaian dia dalam berbahasa China, Inggris, dan Perancis memudahkan dia untuk bergabung dalam komunitas bangsawan Eropa. Hingga akhirnya dia dijodohkan dengan seorang diplomat China yang bernama Wellington Koo. Suaminya Wellington Koo adalah seorang politikus handal, ia menjabat sebagai menteri luar negri China yang ikut serta dalam pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Status dan kedudukan suaminya membuat Hui Lan menjadi sangat terkenal. Dia juga sering berpindah dari negara satu ke negara yang lain mengikuti suaminya.

Kehidupan Hui Lan tampak memiliki kebahagiaan yang sempurna. Namun, dalam buku ini seolah Hui Lan bercerita bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak dapat memberikan kebahagiaan yang hakiki. Kekayaan yang seharusnya mampu memberikan kebahagiaan dan kedamaian, malah menjadikan keluarga Hui Lan tercerai-berai dan saling berambisi untuk menguasai. Menjadi istri dari seorang yang berpengaruh di level dunia, juga tidak menjamin kehidupan rumah tangga Oei Hui Lan bahagia. Sungguh sebuah kisah yang tragis yang patut untuk dibaca dan diteladani. Buku ini ditulis secara runtut dengan deskripsi peristiwa yang mudah dipahami oleh pembacanya. 

Judul Buku : Kisah Tragis Oei Hui Lan, Penulis : Agnes Davonar; Penerbit : AD Publisher; Tahun terbit : 2012; Tebal buku : 310 hlm.; 20,5 cm.; No. Klas  : R. 920 Dav k; Lokasi : Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B; Peresensi : Novita Dwi Anawati

Hits 16567