IMG 9357 2Bertepatan memperingati Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke ke 61 pada tanggal 7 Oktober 2015, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) sebagai ketua panitia bersama fakultas-fakultas di lingkup UNAIR beserta unit lainnya menyelenggarakan kegiatan PENGMAS (Pengabdian Masyarakat) yang dipusatkan di wilayah Kenjeran Surabaya. Rangkaian kegiatan pengmas ini didahului dengan  acara pembukaan PENGMAS oleh Bapak Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. bertempatan di SMA Wachid Hasyim Kenjeran Surabaya. Adapun tujuan PENGMAS ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dan empati para civitas akademika UNAIR kepada masyarakat di sekitarnya.

Perpustakaan Universitas Airlangga sebagai salah satu jantung perguruan tinggi turut serta dalam kegiatan PENGMAS dengan dihadiri oleh Kepala Perpustakaan UNAIR Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak., MCA, CA beserta Sekretaris Ibu Suhernik, S.Sos., M.Si. Topik pengmas “Pembinaan Perpustakaan Sekolah sebagai Penunjang Proses Belajar Mengajar di SMA Wachid Hasyim, Kenjeran Surabaya”. Dalam pengmas kali ini, Perpustakaan mengadakan pelatihan kepada para tenaga pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Kenjeran Surabaya. Pelatihan ini dihadiri kurang lebih 12 peserta dari berbagai sekolah SMA dan SMP wilayah Kecamatan Kenjeran Surabaya.

Keberadaan perpustakaan sekolah yang kurang mendapatkan perhatian dari sekolah setempat sehingga sangat dirasakan kurang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Mengingat banyak yang menjadi kendala bagi perpustakaan yang ingin mengembangkan dirinya sebagai perpustakaan bertaraf nasional. Melihat fenomena tersebut pada acara pelatihan ini diawali dengan materi Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Bertaraf Nasional. Sebagaimana disampaikan oleh pustakawan Dwi Prihastuti, S.Sos. sebagai narasumber, yang memiliki pengalaman di bidang perpustakaan sekolah. Dari pengalamannya mengupas habis apa yang menjadi kendala dan bagaimana mengatasinya. Ada beberapa kendala yang harus dihadapi oleh perpustakaan sekolah antara lain anggaran, sumber daya manusia, koleksi, dan teknologi informasi. Serta bagaimana menghadapi kendala-kendala tersebut, maka kembali kepada kreativitas kita sebagai pustakawan mungkin melalui event-event perpustakaan, pengajuan proposal, turut serta dalam lomba perpustakaan sekolah bertaraf nasional, atau kerjasama dengan para guru dari berbagai mata pelajaran berkenaan dengan pemberian tugas kepada para siswa.

Kemudian dilanjutkan dengan acara pelatihan Pengolahan Bahan Pustaka Perpustakaan Sekolah, narasumbernya adalah pustakawan UNAIR Tatik Poedjiartati, S. Sos. dan Turwulandari, S. Sos. Karena pada umumnya tenaga pengelola perpustakaan sekolah adalah staf yang memiliki latar belakang pendidikan non perpustakaan sehingga banyak temuan-temuan di lapangan pengkatalogan dan pengklasifikasian yang kurang tepat. Meskipun sudah di era digital, pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan yang sangat mendasar dalam pembagian subjek pada buku-buku yang ada di perpustakaan. Pengolahan bahan pustaka jangan dianggap hal yang “remeh” karena tujuan layanan perpustakaan adalah membantu pengguna untuk menemukan informasi sesuai dengan kebutuhannya secara cepat, mudah, dan tepat.

Berita ditulis oleh Sulistyorini

Hits 2425