Guru Hebat

08012016 2Guru, ‘digugu lan ditiru’. Sebuah pepatah Jawa yang dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini. Digugu yang mempunyai arti segala ucapan seorang Guru itu dapat dipercaya, sedangkan ditiru mempunyai makna bahwa segala tingkah laku seorang Guru adalah sebagai contoh atau teladan bagi orang lain. Jadi, bisa disimpulkan bahwa seorang Guru adalah seseorang yang bisa menjadi teladan yang dapat dipercaya baik bagi peserta didik, masyarakat maupun lingkungan.

Pendidikan memang bukan hanya menjadi tanggung jawab dari seorang Guru semata, akan tetapi lingkungan keluarga dan masyarakat juga ikut berpengaruh bagi perkembangan kualitas pendidikan seseorang. Tujuan pendidikan itu sendiri adalah untuk membangun kepribadian yang utuh. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang Guru profesional yang memiliki karakter kepribadian yang kuat demi tercapainya tujuan pendidikan tersebut.

Kisah 12 Guru yang ditulis dalam buku ini mampu mengajak para pembacanya untuk melihat bagaimana perjuangan menjadi seorang Guru, yang tidak semuanya diperoleh dengan cara mudah. Berbagai macam rintangan dan hambatan harus mereka lalui untuk bisa mewujudkan impian mulia mereka guna mencerdaskan putra-putri di negeri tercinta ini.

Dari 12 kisah Guru yang ditulis dalam buku ini semuanya memiliki karakter dan cara yang berbeda dalam mendidik para siswanya. Ada salah satu kisah yang sangat menarik dalam buku ini, yaitu kisah seorang tukang kebun yang pada akhirnya berhasil menjadi seorang Guru, beliau adalah Sukari Darno. Pria yang akrab disapa Sukari ini merupakan lulusan dari sebuah SMA Negeri di Jombang. Sulitnya mencari pekerjaan membuat Sukari akhirnya memutuskan untuk merantau di Surabaya. Hingga akhirnya dia mendapatkan tawaran dari temannya untuk menjadi seorang tukang kebun di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Sukari merupakan orang yang sangat ulet dan tidak mau berdiam diri. Menjadi seorang tukang kebun tidak menyurutkan keinginannya untuk tetap belajar. Hingga akhirnya dia bisa melanjutkan kuliah di UMG dan diangkat menjadi TU ditempatnya bekerja. Kemudian pada tahun berikutnya Sukari diminta menjadi Guru pengganti pelajaran komputer sementara, dan setelah beberapa waktu akhirnya Beliau ditawari untuk menjadi Guru tetap mata pelajaran komputer, karena kemahirannya didalam bidang tersebut.

Banyak kisah dalam buku ini yang bisa diambil untuk dijadikan pelajaran serta layak untuk dijadikan contoh, selain memberikan motivasi buku ini juga mampu memberikan angin segar bagi pembacanya. “Man Jadda Wa Jada”, barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil. Seperti ungkapan itulah kisah yang ada di dalam buku ini. Kesungguhan, keteguhan serta keuletan masing-masing tokoh yang diceritakan dalam buku ini yang akhirnya membuat mereka semua berhasil.

Menjadi seorang Guru tidaklah semudah yang kita bayangkan, terlebih di jaman modern seperti sekarang ini. Diperlukan keuletan, kedisiplinan, kejujuran, motivasi yang kuat serta yang lebih penting dari itu semua adalah diperlukan sosok Guru yang inspiratif, sehingga bisa mengajak para siswanya untuk berpikir kreatif. Buku karangan Eko Prasetyo dan Mohammad Ihsan ini dikemas secara apik menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami serta layak dibaca untuk semua golongan, terutama bagi para Guru atau yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.

Identitas Buku

Judul Buku     : Apa yang Berbeda dari Guru Hebat : 12 Kisah Inspiratif bagi Para Pendidik

Penulis           : Eko Prasetyo; Mohammad Ihsan

Penerbit         : Esensi, Erlangga Group

Tebal Buku     : xii + 130 Halaman

Tahun terbit   : 2011

ISBN             : 978-979-099-296-2

Peresensi       : Sukma Kartikasari

 

 

 

 

Hits 3492
 
 
 

semiloka.pua2020