Pramoedya Ananta Toer

13012016Siapa yang tidak kenal dengan sosok seorang Pramoedya ,Ada beberapa karya buku yang telah diterbitkan oleh seorang pramoedya ananta toer ,salah satunya ada di dalam lorong ruang Referensi Perpustakaan Universitas Airlangga disana terselip  sebuah buku biography singkat Pramoedya Ananta Toer 1925-2006 karya terbitan tahun 2010 oleh Muhammad Rifai , agak lama juga  buku ini diterbitkan tapi  anda bisa jadikan buku ini sebuah referensi bagus, karena apa ?referensi ini menjadikan anda memandang sebuah karya sastra sebagai penggambaran apa yang terjadi ,tetapi juga apa yang seharusnya terjadi dan apa yang tidak boleh terjadi  karena  sebuah karya besar seorang Pramoedya Ananta Toer tidak dapat dikatakan lekang oleh waktu ,mulai jaman penjajahan belanda ,orde lama ,orde baru, sampai orde reformasi seorang muda Pramoedyaa  membangun karya sastra dari serangkaian proses dialog ,sublimasi, dan pemaknaan seorang sastrawan atas kenyataan yang terjadi  karena Kenyataan yang tersirat  dalam buku ini tdk ada sesuatu pun yg mampu mematikan sosok intelektual seorang pramoedya ketika dia penjara , dan tertekan dgn kondisi mental apapun dia masih bisa berkarya ,pun disaat kondisi realitas bangsa pada saat itu  tengah bergejolak oleh kondisi politik nasional yang tidak menentu

Multikulturalis

Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer, dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di mana mereka mengalami kekerasan seksual, mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an.

Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya; antara Belanda, kerajaan Jawa, orang Jawa secara umum, dan Tionghoa. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi, di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Ia memperoleh Hadiah Ramon Magsaysay untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memenangkan hadiah dari Universitas Michigan.

Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis, walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pada 12 Januari 2006, ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, dan sedang dirawat di rumah sakit. Menurut laporan, Pramoedya menderita diabetes, sesak napas dan jantungnya melemah.

Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pameran bertajuk Pram, Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampul-sampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.

So,..nunggu apa lagi, baca buku ini : Kekuatan sastra yang dahsyat mampu mengubah moralitas dan karakter manusia ke dalam persepsi kehidupan yang berbeda

Identitas Buku :

Judul Buku          : Biography Singkat 1925-2006 Pramoedya Ananta Toer

Pengarang          : Muhammad Rifai

Penerbit              : Garasi House of Books

Thn Terbit           : 2010

Peresensi            : Hari Basuki

Hits 1910
 
 
 

semiloka.pua2020