Bongkar!

19012016Buku yang ditulis sendiri oleh Inu ini menceritakan tentang siapa sosok Inu, di sini digambarkan secara detail dan mengalir sehingga pembaca seakan dibawa ke jamannya.  Diceritakan bahwa masa kecil Inu yang merupakan anak bungsu dari dua belas bersaudara, dilahirkan di Nagari Simalanggang, tujuh kilometer  dari kota Payakumbuh, Sumatera Barat pada tahun 1952. Kehidupan masa kecilnya dijalani dengan sederhana walaupun ayahnya seorang Bupati Bengkalis. Saat menginjak usia remaja, Inu bersama ibunya pindah dari Simalanggang ke Jakarta menyusul saudaranya karena kondisi perekonomian yang semakin sulit sepeninggal ayahnya. Masa remaja yang penuh tantangan karena dilalui dengan perjalanan keliling beberapa kota di Indonesia, berawal dari perpindahannya dari Simalanggang ke ibu kota Jakarta sampai ke pedalaman Papua.

Dikota Papua jualah Inu menemukan cintanya, dia menikah dengan Indah, seorang Kristen taat yang akhirnya menjadi muallaf. Dari perkenalannya dengan Inu, Indah mulai mengenal, mempelajari, mendapatkan ilham melalui mimpi sampai akhirnya dia yakin untuk masuk agama Islam. Pernikahan ini sebenarnya tidak mendapatkan restu dari orang tua Indah, lambat laun kedua orang tua Indah dapat menerima pernikahan mereka. Cerita perjalanan hidup Inu yang berliku diceritakan runtut, sampai akhirnya dia diterima menjadi salah satu dosen di STPDN.

Gaya penulisan yang disajikan dalam buku ini apa adanya dan tanpa “tedeng aling-aling” sebagaimana yang orang Jawa bilang. Terutama ketika menceritakan detail peristiwa kematian beberapa praja di STPDN. Bagi orang awam yang belum mengetahui banyak tentang kasus tersebut, atau hanya mengetahui secara sekilas, dengan membaca buku ini akan banyak mendapatkan informasi tersebut. Mulai dari praja, dosen dan pihak internal STPDN sampai pejabat yang terlibat didalamnya dijelaskan secara terperinci.

Walaupun tercatat sebagai dosen di STPDN tetapi hati nurani Inu menolak tradisi kekerasan yang mengakar di dalam pembelajaran di STPDN. Dan ketika beberapa kasus kematian mencuat ke publik, nama Inu-lah yang menjadi headline beberapa media massa. Bahkan dia harus mendapat perlindungan dari kepolisian karena dia dan keluarganya mendapat teror, karena dia yang melaporkan kematian praja kepada aparat penegak hukum, sedangkan disisi lain beberapa pejabat di STPDN menyembunyikan kebenaran penyebab kematian praja.

Dengan isi buku yang tidak terlalu tebal hanya 253 halaman kita akan mendapatkan pelajaran penting yang bisa diambil dari buku ini, yaitu pentingnya kejujuran. 

Identitas Buku :

Jenis buku                   : Biografi 

Judul Buku           : Bongkar ! Pengakuan Terlengkap Sang Pembongkar Tradisi Kekerasan Dalam Pendidikan Di Indonesia

Nama pengarang          : Inu Kencana Syafiie

Nama penerbit             : Mizan

Tahun terbit                 : 2011

Jumlah halaman           : 253

Resensor                      : Siti Muzaroh

Hits 1429
 
 
 

semiloka.pua2020