Perpustakaan dan Pustakawan adalah 2 hal yang saling menguatkan. Dulu, perpustakaan digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan pustaka (tercetak). Namun kini, peran perpustakaan semakin berkembang yakni dijadikannya pusat sumber informasi dan belajar para sivitas akademik. Berjalan beriiringan, Pustakawan pun turut bertransformasi. Harapan besar pustakawan untuk lebih proaktif dalam mencapai kepuasan para pelanggannya. Itulah latar belakang yang mendasari studi kasus yang dilakukan oleh 2 (dua) orang Pustakawan Unair, Dewi Puspitasari dan Novita Dwi Anawati dengan judul “Implementasi Liaison Librarian di Perpustakaan Perguruan Tinggi di Surabaya”. Studi kasus Liaison Librarian di Perpustakaan Unair, ITS, dan Unesa. Tujuan dilakukannya penelitian tersebut adalah untuk memperoleh gambaran implementasi Liaison Librarian beserta ruang lingkup tugasnya.

Fakta yang dihasilkan dilapangan adalah tidak banyak perpustakaan, bahkan pustakawan yang mengenal istilah liaison librarian. Mereka lebih mengenal jika menggunakan istilah subject expert. Padahal, subject expert merupakan bagian dari aktivitas liaison librarian. Nyatanya, liaison librarian telah banyak diimplementasikan di Perpustakaan UK, Australia, USA, dan juga Malaysia.

 

Lantas, apakah liaison librarian itu? Peran pustakawan dalam Academic Support: kolaborasi dan integrasi literasi informasi dalam mata kuliah, membuat subject guide, memberikan pendampingan pada fakultas/unit di lingkungan perguruan tinggi untuk keperluan akreditasi, dan koordinasi dengan ruang baca fakultas di bidang pengembangan layanan dan jasa informasi.

Kedua, Research Support: pustakawan dijadikan jasa konsultan penulisan tugas akhir oleh para sivitas, mulai dari kegiatan penelusuran informasi melalui jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan, memberikan gambaran topik-topik penelitian yang sedang tren, mengelola sumber-sumber informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peneliti, membantu dalam proses pengelolaan data dan informasi, bimbingan dalam hal publikasi hasil penelitian, dan membantu peneliti dan mahasiswa untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak lain di lingkungan universitas.

Ketiga, Library Support: pustakawan menjadi penghubung antara pemustaka dengan koleksi, turut memberi usulan pembelian buku, mengelola sumber-sumber informasi, dan menjaring informasi yang berkaitan dengan pengembangan perpustakaan.

Bagaimana implementasi liaison librarian di Unesa, ITS, dan Unair? Simak melalui slide presentasinya dengan klik lampiran berikut..

Dalam penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan dan beberapa saran sebagai berikut: (1) Istilah liaison librarian belum begitu dikenal di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi di Surabaya, namun untuk pengimplementasiannya telah diwujudkan meski dalam istilah yang berbeda, namun memiliki kesamaan prinsip. (2) Tugas liaison librarian dapat dilakukan oleh seluruh pustakawan, belum dikelola secara khusus. Perlunya dikelola secara khusus agar peran pustakawan menjadi lebih profesional. (3) Perlu adanya peningkatan peran pustakawan di bidang research support, misalnya kolaborasi dengan peneliti. (4) Bagi penelitian mendatang dapat memperluas obyek penelitian dalam skala Jawa Timur.

Pemaparan materi tersebut disampaikan dalam pertemuan rutin kelompok pustakawan Unair Kamis lalu (25/2) yang diikuti oleh seluruh pustakawan perpustakaan pusat dan juga pustakawan ruang baca fakultas. Nad

Hits 1550