Pangu, Fuxi, & Nuwa: Kisah-kisah Mitologi China

Judul Buku:Pangu, Fuxi, & Nuwa: Kisah-kisah Mitologi China
            Penulis: Andre Saptono
            Resensor: Yuliana Ariandini

Buku ini mengisahkan tentang Pangu dan awal mula dunia Nuwa dan terciptanya manusia. Fuxi dan awal mula peradaban manusia. Gonggong dan Zurong, Nuwa menambal langit, Yu menaklukkan banjir besar, Yi sang pemanah matahari, Ratapan Chang-O, Legenda Chin-lin, Kisah Mioshan sang Dewi Guan Yin, Ling Er-Lang, No-cha serta sang raja kera.

Beberapa tokoh Mitologi China yang berada di buku ini, tampak tidak asing bagi kita. Terutama penyuka kisah serial televisi Sun Go Kong−Sang Raja Kera. Sun Go Kong yang mempunyai kesaktian melebihi kesaktian para dewa. Ia kebal dan abadi, dapat mengubah diri menjadi tujuh puluh dua wujud berbeda, dapat menunggangi awan surga dan menerobos angkasa. Si kera bisa melompat sejauh seratus delapan ribu li.

Li (bahasa Tionghoa: 里 , Lǐ. Jepang: 里, り, ri. Korea: 里, 리, ri) adalah unit jarak yang berasal dari Asia Timur tradisional, Li memiliki ukuran yang bervariasi dari waktu ke waktu dan tidak tetap, akan tetapi sekarang memiliki ukuran standar yakni 500 meter atau setengah kilometer (sekitar 1.640 kaki). Sebuah Li modern setara dengan 1.500 kaki atau chi yang dipakai di Tiongkok. Pada mulanya, Li pada masa lalu sering diterjemahkan sebagai "mil" namun ini malah membingungkan, karena Li umumnya hanya sekitar sepertiga mil standar, dengan diterjemahkannya Li sebagai Li saja, atau setidaknya diterjemahkan sebagai "mil Tiongkok", bisa memperkecil terjadinya kesalahpahaman tersebut. Li yang dalam aksara Tionghoa ditulis (里) terdiri dari kombinasi dari beberapa karakter, yakni karakter (田) yang berarti ladang atau lapangan dan (土) yang berarti tanah, karakter (里) Li juga bermakna "desa" atau perkampungan, dan dahulu Li diibaratkan sebagai ukuran panjang dari suatu perkampungan. Di Tiongkok, Li kadang-kadang diawali oleh karakter (市) yang berarti "kota" untuk membedakannya dari kilometer atau bisa juga ditulis dengan kombinasi huruf "gongli" (公里).

Dewi Kuan Yin, dewi kemurahan hati. Dewi yang dimintai tolong oleh sang Buddha untuk mengambil kitab suci di India. Dalam perjalanannya ke India, ia banyak mengalami hambatan. Dimulai ketika seorang raksasa bernama San Wu Ching mencoba menyerang sang dewi, tetapi ia malah terpasung oleh akar bunga teratai yang muncul dari bawah kakinya. Kemudian seekor babi dekil bertaring panjang, Chu Pa-chieh yang juga menyerang dirinya dengan sebuah penggaruk besi. Dewi Kuan Yin hanya mengeluarkan bunga teratai yang bercahaya sebagai pertanda bahwa iaadalah seorang dewi, bukan seorang manusia sembarangan.

Dalam cerita Mitologi China ini juga dikisahkan tentang awal mula terbentuknya dunia berjuta-juta tahun lalu. Kisah yang sungguh bertolak belakang dengan teori-teori para ilmuwan tentang awal mula terbentuknya dunia. Misalnya lewat suatu teori “Big Bang” yang terkenal.

Panguadalah dewa kecil yang sedang tertidur dalam sebuah telur dimana semua kekuatan alam semesta terkumpul di dalamnya. Ia tertidur selama delapan belas ribu tahun dan menjelma menjadi seorang raksasa. Selama ia tertidur, keadaan di luar telur tidak beraturan. Banyak ledakan yang terjadi dari benda-benda yang melayang di seputar telur. Partikel-partikel debu dan benda-benda berat lainnya saling bertumbukan.

Akibatnya Pangu terbangun dan memecahkan telur yang selama ini menjadi tempat ia tidur menggunakan sebuah kapak yang ia buat dari sebuah komet berekor. Pecahan telur yang ringan dan terang mengapung ke atas dan membentuk langit biru sedangkan bagian yang berat dan gelap jatuh menjadi bumi. Selama sepuluh ribu tahun Pangu berjuang mengangkat langit, sampai terbentuk jarak sembilan juta li antara langit dan bumi. Langit dan bumi yang kini terpisah selamanya menjadi dua kekuatan alam yang sempurna, yin dan yang. Yin adalah bagian gelap sedangkan Yang bagian terang. Bumi terbentuk dengan sempurna beserta isinya; pepohonan yang hijau dan rimbun, air sungai yang jernih nan berkilau, beserta hewan dan bunga yang beraneka ragam jenisnya.

Nuwa, sang penjelajah alam semesta, merasa kagum akan keadaan bumi dan isinya, tetapi ia merasa aneh dan tidak puas dengan semua keindahan yang ia lihat, terasa ada sesuatu yang hilang, maka ia pun membuat beberapa patung dari tanah liat dengan berbagai bentuk dan ukuran, kemudian ia menambahkan mata. Dan terakhir ia meniup patungnya satu persatu, memberi nafas kehidupan sehingga patung-patung itu hidup dan benar-benar bisa tertawa dan meloncat gembira di sekitar Nuwa. Inilah manusia-manusia pertama.

Bumi kini telah berpenghuni, tetapi mereka masih bodoh dan terbelakang. Fuxi, suami dari Nuwa ini memutuskan untuk membantu para manusia. Ia mengajari manusia bagaimana cara membuat pakaian, mengolah serabut tanaman menjadi tali temali, mencari ikan, membuat api sampai kepada cara membangun jembatan. Sejak saat itulah, peradaban manusia terus maju dan berkembang.

Dikisahkan juga, Nuwa yang harus menambal langit yang rusak akibat perseteruan antara Gonggong sang Dewa Air yang juga penguasa bumi dengan Zurong sang Dewa Api yang sebelumnya adalah penguasa bumi. Ia menambal menggunakan batu langit dengan lima unsur warna suci. Hitam unsur air, Putih unsur besi, Merah unsur api, Hijau unsur kayu dan Kuning unsur tanah.

Masih ada beberapa tokoh yang tak kalah seru dan pentingnya dalam Mitologi China ini beserta kekuatan dan keahlian yang mereka miliki. Saya menyarankan untuk segera membaca kisah ini, karena walaupun Mitologi China tidak terlalu popular bila dibandingkan dengan Mitologi Yunani, tapi cerita yang disuguhkan sungguh seru , menarik dan benar-benar fantasi.

Yang paling saya suka adalah kutipan ajaran confusiusme, "Belajar tanpa berpikir adalah celaka, tetapi berpikir tanpa belajar juga sama buruknya. Jangan risau jika tak seorang pun mengenalmu, tetapi jadilah orang bermanfaat bagi sesamamu. Seorang manusia pandai dapat mempengaruhi penguasa yang berada di atasnya tapi manusia yang bodoh hanya dapat mempengaruhi mereka yang di bawahnya. Jangan lakukan kepada orang lain apa yang kamu tidak ingin perbuat orang lain kepadamu"

Buku ini dapat ditemukan di Perpustakaan Universitas Airlangga dengan no.class KK-1 299.511 13 Sap p, dengan lokasi di lantai 2 koleksi khusus 1 yang ada di kampus b. buku ini bisa menjadi sebagai bahan bacaan ringan, selain itu juga menambah pengetahuan tentang mitos china. Ayo membaca!!

Hits 9467