Sejumlah 3 (tiga) orang Awardee yang kini berprofesi sebagai dokter, dr. Seso Sulijaya, dr. Windu, dan Muhd. Arief berkesempatan menceritakan pengalamannya ketika berhasil mendapatkan beasiswa LPDP spesialis kedokteran dan beasiswa tesis/disertasi pada pertemuan rutin mingguan Scholarship Corner di Flashlounge (20/4).

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Dokter Spesialis adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program spesialis di perguruan tinggi (tujuan LPDP) di dalam negeri dengan bidang spesialis: obstetric&ginekologi, anak, penyakit dalam, anastesiologi, bedah, radiologi, patologi klinik, dan rehabilitasi medik.

Persyaratan khusus yang harus dipenuhi adalah usia maks. 35 tahun, mempunyai LOA PT yang dituju, sanggup menyelesaikan studi sesuai masa yang ditetapkan kolegium masing-masing bidang spesialis, dan menulis rencana studi proposal bidang dokter spesialis yang diambil.

Komponen pembiayaan yang ditanggung adalah (1) Biaya pendidikan: pendaftaran, SPP: bantuan operasional pendidikan, penyelenggaraan di rumah sakit pendidikan, pelatihan kursus wajib, karya ilmiah, ujian ketrampilan, praktikum klinik, dan matrikulasi non bahasa. NON SPP: dapat digunakan untuk tunjangan buku per tahun, tesis/disertasi, seminar, publikasi, wisuda, dan ujian nasional. (2) Biaya pendukung: transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan 1 kali, asuransi kesehatan dasar, hidup bulanan, tunjangan keluarga maks. 2 orang, kedatangan, dan keadaan darurat yang disetujui LPDP.

Adapun proses seleksi yang harus ditempuh oleh calon Awardee sebagai berikut (1) Pendaftaran melalui www.beasiswa.lpdp.kemekeu.go.id (dibuka 4 kali), (2) Seleksi administrasi, (3) Seleksi wawancara, LGO, on the spot Essay Writing, (4) Penetapan penerima beasiswa.

Selain informasi beasiswa spesialis kedokteran, juga disampaikan tentang Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) program Tesis/Disertasi yang ditujukan bagi para mahasiswa Magister atau Doktoral yang memiliki keterbatasan dana untuk menyelesaikan tesis/disertasinya, baik yang sedang belajar di dalam negeri maupun luar negeri dengan persyaratan yang

wajib dipenuhi antara lain (1) WNI (2) Usia maksimal 40 tahun untuk pelamar program tesis, 45 tahun untuk program disertasi (3) Menyelesaikan seluruh mata kuliah dengan IPK 3,25 (skala 4) untuk Magister, dan 3,50 (skala 4) untuk Doktoral. (4) Telah lulus ujian/seminar proposal, (5) Dapat rekomendasi dari pimpinan pascasarjana/fakultas, (6) Judul penelitian dan bidang kajian sesuai fokus LPDP, (7) Tidak telah/sedang/dan tidak akan menerima bantuan beasiswa dari sumber lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang mencakup pendanaan riset.

Adapun pembiayaan yang ditanggung oleh LPDP (1) Dalam Negeri, untuk tesis non laboratorium 15 juta, laboratorium 25 juta. Sedangkan untuk disertasi non laboratorium 60 juta, laboratorium 75 juta. (2) Luar Negeri, untuk tesis non laboratorium 30 juta, laboratorium 50 juta. Sedangkan untuk disertasi non laboratorium 120 juta, dan laboratorium sebesar150 juta.

Pertemuan Rabu minggu depan (27/4) akan dibahas secara lengkap perihal tips dan trik kuliah ke luar negeri yang tentunya dengan pemateri para penerima beasiswa LPDP, yakni Ahmad Basshofi, Tri Gati Mareta, dan A. Shima Eka Putri. Silahkan daftarkan diri anda dan jangan terlewatkan! (nad)

Hits 2459