04052016Semakin banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak dibawah umur yang terkespos ke media massa, membuat resah para orang tua dalam berhati-hati untuk menjaga buah hati mereka. Contoh nyata yang ramai diperbincangkan adalah kasus pelecehan seksual di sekolah TK JIS Jakarta pada waktu lalu. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah pelecehan seksual pada anak adalah memberikan pendidikan seks pada anak sejak usia dini.

Kekerasan seksual pada anak kebanyakan terjadi di kalangan menengah ke bawah, oleh karena kurangnya pengetahuan akan kekerasan seksual menyebabkan orangtua tidak memiliki perhatian penuh terhadap anak-anaknya. Untuk mencegah timbulnya kekerasan seksual pada anak bisa dimulai dari orangtua yang harus memperhatikan tumbuh kembang serta perawatan anak. Orangtua juga harus berperan aktif dalam melindungi buah hati. 

“Memberi pengertian dan penjelasan kepada anak tentang bagian tubuh mana yang tidak boleh di pegang oleh orang lain merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan dini,” ujar Dr. Nur Ainy Fardana N, M.Si sebagai narasumber dalam acara talkshow yang bertemakan “Mencegah kekerasan Seksual pada Anak” digelar pada tanggal 27 April 2016 di Flash Lounge Perpustakaan Kampus B ini sangat menarik antusias ibu-ibu dan putra putri didik dari TK Tunas Mandiri dan TK Nabawi untuk bertanya.

Pelecehan seksual pada anak adalah segala tindakan seksual terhadap anak termasuk menunjukkan alat kelamin ke anak, menunjukkan gambar atau video porno, memanfaatkan anak untuk hal berbau porno, memegang alat kelamin, menyuruh anak memegang alat kelamin orang dewasa. Pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja, baik terhadap anak lelaki ataupun anak perempuan.

Dr. Nur Ainy Fardana N, M.Si, juga menjelaskan ciri-ciri perubahan terhadap anak yang telah menjadi korban pelecehan seksual adalah (i) Korban menjadi pendiam, (ii) membuat malas makan, (iii) Gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk, dan mengigau), (iv) Menghindari hal-hal terkait buka pakaian. Selain itu, narasumber juga menyampaikan tentang alangkah baiknya ketika orang tua memiliki anak yang berbeda jenis kelamin memisahkan kamar tidur dan memberikan informasi kepada putra-putrinya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Beliau juga memberikan pesan kepada peserta yaitu “Salah Asuh menjadi Rapuh, Tepat Asuh menjadi Tangguh”

Hits 1164