Setengah Pecah Setengah Utuh

131016Buku ini berisi cerita-cerita inspiratif yang menggugah motivasi, kepemimpinan, kebersamaan, kekeluargaan, dan memotivasi untuk terus berjuang dalam kehidupan yang semakin sulit. Makna judul dalam buku ini diambil dari inspirasi telur dan pembuatan kue. Sebagian besar kehidupan yang dianggap berhasil di mata orang lain, dimulai dari kondisi sulit hingga akhirnya mampu dimenangkan.  Ibarat telur yang harus dipecahkan terlebih dahulu sebelum digunakan, demikian pula manusia juga harus mengalami jatuh bangun, atau bahkan perasaan yang hancur untuk bisa memunculkan makna tersebut muncul, maka berdasarkan pikiran yang jernih, kebijakan dan kebeningan hati akan mampu menyusun tata kehidupan yang baru untuk bangkit dari keterpurukan.

Kehidupan tidak pernah salah, dia berjalan mengikuti koridor waktu dan pengaturan dari yang punya kehidupan.  Tanggapan kita terhadap kehidupan dan situasi yang  terjadi akan mendefinisikan kehidupan tersebut bermakna baik atau buruk. Banyak orang-orang memiliki kehidupan yang hancur dan gagal, namun justru kehancuran itu yang membuat dia bisa bangkit kembali.

Telur pecah dapat berarti kegagalan-kegagalan, permasalahan-permasalahan hidup atau bahkan hubungan antar manusia yang tidak berjalan harmonis, ironisnya lagi, semakin hari ternyata permasalahan hidup bukan semakin tinggi, manusia merasa semakin sepi dengan kemajuan teknologi.

Tidak ada kehidupan yang begitu sempurna untuk dijalani, bahkan penuh dengan lika-liku yang semakin memberi kita makna yang sesungguhnya. Semakin seseorang dihadapkan kepada suatu masalah, semakin dia terlatih untuk menghadapi masalah yang lebih besar lagi. Itu sebabnya, pengalaman memang menjadi guru yang terbaik jika mampu ditarik hikmah dan pembelajarannya. Ibarat seseorang hendak membuat sebuah kue yang enak, dengan bahan dasar beberapa telur, maka telur tersebut harus dipecahkan dan diaduk terlebih dahulu baru dapat dibuat menjadi komposisi kue yang enak. Tanpa dipecahkan, tidak mungkin telur tersebut dapat langsung dipakai sebagai adonan kue. Kehidupan pun demikian, ada kalanya kita diizinkan Sang Pencipta untuk mengalami kehidupan yang “pecah” terlebih dahulu, seperti masalah dan pergumulan hidup, agar bisa menjadi manusia yang bernilai dan menghargai kehidupan dan setiap kesempatan yang masih diberikan.

Hidup hancur atau punya masalah sebenarnya tidaklah masalah,sepanjang respon kita terhadap permasalahan tersebut positif dan terus menapakinya dengan konsisten dengan tetap bergantung kepada sang pemilik kehidupan, sang pencipta, sehingga setiap orang yang bisa menjalani dengan baik, mungkin akan bersorak-sorak sebagaimana teriakan Thomas Alfa Edison : seumur hidup saya, tidak pernah bekerja, yang saya lakukan hanyalah bersenang-senang dengan pekerjaan saya. Buku dengan nomor koleksi 808.831 Mar s-2 bisa didapatkan di Koleksi Khusus Kampus B. Selamat Membaca.

Hits 1640