100 Persoalan Sehari-hari Orang Tua

9 25112016Bagaimana mengatasi anak yang egosentris atau “semau gue”? Bagaimana mencegah anak ketagihan makanan instan? Bagaimana mengatasi anak yang kedapatan mencuri? Bagaimana cara orangtua mengatasi keadaan ketika kakek nenek terlalu memanjakan cucunya? Bagaimana mengatasi anak yang memiliki teman khayalan? Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak kerap diejek, dijauhi teman-temannya?

Bisa dibilang buku terbaru (2016) karya Ayah Edy ini seperti seri “Parenting for Dummies”-nya orang tua Indonesia. Buku ini berisi kumpulan F.A.Q. (Frequently Asked Questions) berjumlah seratus tentang persoalan sehari-hari orang tua dalam menghadapi anak. Setiap masalah, diberikan solusi teknis dan non-teknisnya menurut metode parenting Ayah Edy. Metode yang ditawarkan cukup efektif untuk diterapkan, sebab beliau telah membuktikannya dengan menerapkannya kepada anak-anaknya maupun para kliennya. Beliau juga terkenal sebagai praktisi parenting yang pastinya sudah paham betul seluk-beluk dunia pendidikan anak. Recommended untuk para orang tua maupun calon orang tua sebagai bekal maupun panduan dalam mendidik anak.

Misalnya, Curhatan No. 78: Fauzah (Ayah) punya kebiasaan khusus kalau anaknya yang masih berusia 6 tahun itu ikut perlombaan. Ia akan menyiapkan hadiah yang sudah dibungkus rapi untuk diberikan ke anaknya saat perlombaan usai. “Soalnya kalau kalah, ia pasti menangis. Saya kan nggak tega melihatnya. Jadi saya akali saja dengan menitipkan hadiah ke panitia untuk diberikan ke anak saya, supaya ia merasa menang”. Sebetulnya, Fauzah paham kalau tindakannya tidak tepat, tetapi ia tak punya cara lain untuk mencegah anaknya tidak menangis ketika kalah bertanding. Ayah Edy, sebaiknya apa yang harus dilakukan Fauzan agar anaknya siap menghadapi hasil lomba, baik menang maupun kalah?

Jawaban Ayah Edy: Ayah dan Bunda yang bersahaja, orang tua sebaiknya memberi pesan-pesan bijaksana pada anak yang akan berkompetisi. “Mama senang kamu mau ikut lomba, tapi sebaiknya Kakak juga tahu dalam sebuah perlombaan ada anak yang bisa dapat juara I, II, tetapi ada juga yang jadi juara V, VI, bahkan VII…. Jadi kalau nanti nggak juara I, ya nggak apa-apa”. Kalau anak ternyata tidak memenangkan perlombaan, orangtua bisa mengatakan, “Nggak apa-apa kamu nggak juara I, juara lima belas juga bagus”. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman. Ada kemungkinan, anak menangis begitu kalah dalam perlombaan karena sebelumnya dipaksa oleh orangtuanya untuk mengikuti lomba tersebut. Padahal sesungguhnya ia tidak tertarik. Maka sebaiknya, orangtua harus pandai menyinergikan antara jenis lomba dengan kebutuhan dan minat anak. Bukan memaksakan kehendak.

Anak adalah benda super canggih ciptaan Tuhan Yang Maha Sempurna, dilahirkan tanpa ada buku manualnya. Berbeda dengan gadget atau perlengkapan rumah tangga yang baru kita beli. Meskipun kita baru pertama kali membelinya dan menggunakannya, mengapa kita hampir tidak pernah punya masalah? Karena kita pasti mendapatkan buku manual / panduannya. Jelas saja, banyak orangtua yang stres menghadapi perilaku anaknya, penyebab pasti karena tanpa buku pegangan di tangannya. Jangan khawatir Ayah-Bunda! Buku ini dihadirkan untuk menjawab 100 permasalahan yang dihadapi orangtua secara sederhana, jelas, inspiratif, aplikatif, dan tentunya masuk akal. Ayah-Bunda pasti mampu menerapkannya dan segera melihat hasil yang memuaskan, asalkan serius dan konsisten melakukannya.

Buku yang memiliki ketebalan 284 halaman ini juga membahas tentang table manner, homescholling, meningkatkan minat baca anak sejak dini, hingga kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan seks pada anak. Buku yang penuh dengan ilmu. Temukan buku ini di Ruang Koleksi Khusus I, Perpustakaan Kampus B dengan nomor klasifikasi buku (KK-1) 155.4 Edy a. Selamat membaca!

Hits 1607