Uzbekistan Negara Sahabat

10 06122016Siapa yang tidak kenal Gen Halilintar? Keluarga besar yang membuat orang tercengang karena terdiri dari Ayah, Ibu dan Sebelas orang anak. Jumlahnya ada 5 pasang + 1 anak lelaki. Mereka mengistilahkan keluarga mereka sebagai edufashiontravelpreneur. Keluarga inspirasi dari Indonesia. Halilintar, sang Ayah berminat besar pada fashion dan art. Sedangkan Gen, sang Ibu menyukai sport dan trading. Travelling dan trading telah menjadi kebiasaan hidup keluarga mereka. Menurut mereka, travelling bukan hanya sekedar jalan-jalan dan menghabiskan uang, tetapi juga belajar tentang banyak hal dan tentunya bagaimana dapat menghasilkan uang.

Sebagai keluarga yang menginspirasi, alhasil Gen Halilintar menulis buku yang mengungkap tentang kehidupan mereka sehari-hari. Buku pertamanya tentang Kesebelasan Gen Halilintar dan yang terbaru Uzbekistan Negara Sahabat. Buku tersebut semacam jurnal perjalanan, dibandingkan dengan novel. Rasanya seperti diajak jalan-jalan ke Uzbekistan bersama Gen Halilintar. Bercerita tentang kunjungannya atas undangan Uzbekistan tourism, negara dimana banyak menyimpan sejarah dan kenangan ilmuan besar muslim. Situs-situs sejarah yang tidak hanya berada di Tashkent (ibukota Uzbekistan) saja , tetapi juga tersebar di provinsi-provinsi lainnya.

Jurnal perjalanan Gen Halilintar di Uzbekistan dimulai oleh Halilintar (ketika itu masih seorang diri) berusia 23 tahun. “The single” dan “the youngest” serta satu-satunya Indonesian bersama rombongan Malaysian menaiki bus 40 penumpang. Bisa dikatakan Halilintar sebagai mahasiswa Indonesia pertama yang melancong ke Uzbekistan setelah kemerdekaan negara tersebut. Sebelum kemerdekaan, Bung Karno (Soekarno)-lah yang hadir ke Uzbekistan untuk meminta bantuan kepada pemerintah waktu itu untuk mencari makam Imam Bukhari. Akhirnya, diketahui dan ditemukan di pinggiran kota Samarkand. Bung Karno melepas alas kakinya dan berlutut di makam seorang Imam yang amat dibesarkan oleh umat Islam Indonesia, bahkan umat seluruh dunia. “Ukiran” Soekarno terukir indah dalam kenangan turun-menurun masyarakat Uzbekistan, hingga kini. Presiden Soekarno menjadi pengukir sejarah Indonesia di Uzbekistan sebelum merdeka.

Persahabatan rapat The Uzbeks dan Indonesian yang sangat ditampakkan dalam buku ini. Persahabatan lama yang sudah ada sejak lebih dari 1000 tahun silam. Terlihat, Halilintar dan rombongan hampir di setiap kota dijamu dengan hidangan yang bukan main-main, mereka menyembelih minimal seekor kambing untuk menjamu. Padahal, yang menjamu itu bukanlah terlihat dari golongan kaya. Uzbekistan menyimpan khazanah berharga yakni sifat yang sudah menjadi adat yaitu ramah-tamah dan suka menerima dan menjamu tamu. Sifat yang tak lekang oleh cuaca, musim, keadaan, dan zaman yang bertahan lama sampai sekarang, meski bangsa mereka juga sering mengalami pahit getirnya menghadapi inflasi dari luar. Benar-benar sesuai dengan julukannya, Uzbekistan, negara sahabat.

Buku ini sangat menarik karena banyak sekali foto-foto dokumentasi selama perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang dibuat full color. Sehingga gambar cukup mendominasi isi buku sekitar lebih dari 50%. Sudah mirip seperti album foto dengan short story di dalamnya.

Kesebelasan Gen Halilintar telah menyampaikan kepada siapapun bahkan di media cetak atau di berbagai acara televisi di Indonesia, bahwa mereka sejak setahun terakhir selalu mempromosikan Uzbekistan. Harapan besar sebagai tanda persahabatan, dimana Gen Halilintar bagian dari Indonesia telah mempromosikan Uzbekistan secara terus menerus tidak berhenti sejak 22 tahun yang lalu. Dan puncaknya tahun ini, Uzbekistan telah menjadi buah bibir masyarakat dan rakyat Indonesia. Gen Halilintar telah menjadi duta tak resmi kepada Uzbekistan dalam menampilkan dan menjelaskan Uzbekistan ke seluruh Indonesia, bahkan ke seluruh dunia melalui berbagai media. “Semoga kita sama-sama mendapat esensinya”, tutupnya di akhir tulisan.

Karya ciptaan sang istri, Lenggogeni Faruk (Gen) ini dapat anda temukan di Ruang Koleksi Khusus I, Perpustakaan Kampus B dengan nomor klasifikasi buku (KK-1) 790.18 Far k. Selamat membaca! 

Hits 1763