Jengo, Semut Yang Serakah

IMG 1751

Rabu, 5 Desember 2017 beberapa pustakawan Perpustakaan Unair melakukan pengabdian masyarakat di PAUD Tunas Mandiri. PAUD Tunas Mandiri memiliki taman baca yang dibina oleh perpustakaan. Kali ini, beberapa pustakawan melakukan storytelling kepada anak-anak PAUD tersebut. Storytelling dipilih sebagai salah satu media dalam menumbuhkan minat baca anak usia dini. Judul cerita yang disajikan dalam storytelling adalah tentang semut yang sombong dan angkuh yang bernama Jengo.

“Cerita bermula ketika ditemukannya nasi di halaman rumah, dan para semut bergembira dan bergotong-royong untuk mengangkat nasi ke dalam sarang. Semua semut bekerja sama, dan ternyata ada satu semut yang mengangkat nasinya sendiri, karena ingin dimakan sendiri, semut tersebut bernama Jengo. Semut yang lain menawarkan bantuan karena terlihat Jengo kesulitan membawa nasinya, tetapi tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Akhirnya semua semut telah sampai di sarang dan tinggallah Jengo yang masih diluar, padahal diluar sudah mulai hujan. Karena derasnya hujan, Jengo pun terbawa oleh arus air bersama nasinya. Teman-teman Jengo mencemaskannya karena belum juga sampai ke sarang, akhirnya Lobo dan Eno berusaha mencari Jengo. Ternyata Jengo pingsan karena terbawa arus air, Lobo dan Eno pun menolongnya. Karena kebaikan temannya, Jengo menjadi sadar dan menjadi semut yang baik, suka bergaul dan menolong temannya yang membutuhkan.”

Ketika cerita berlangsung, semua anak tampak memperhatikan dan menyimak para pustakawan yang tampil. Seusai cerita, para pustakawan melakukan interaksi dengan anak-anak dengan pertanyaan-pertanyaan. Tersedia banyak haiah untuk dibagikan kepada semua anak, diantara buku, peralatan tulis dan pin.

Hits 1080