Hati yang Gembira Adalah Obat

obat gembira

 

Buku ini bercerita mengenai pengalaman dan perjalanan hidup seorang Sophie Navita. Seorang entertainer/public speaker yang kemudian memutuskan untuk menghilang di balik layar, dan muncul kembali sebagai seorang chef khusus di bidang makanan sehat berbasis nabati. Melalui buku pertamanya ini, kita diajak untuk ‘berpetualang’ ke dalam pengalaman pribadi si Penulis, mulai dari makanan apa yang baik dikonsumsi, apa yang sebaiknya dihindari, bagaimana menjaga kebugaran tubuh, bagaimana pola istirahat, siapa yang kita ajak berteman, hingga apa yang boleh dan tidak boleh membebani kita sebagai perempuan. Tujuannya sangatlah sederhana, penulis ingin kembali mengingatkan kita untuk MENCINTAI DIRI SENDIRI DULU, baru bisa mengurus orang lain.

Sophie Navita, lahir dan dibesarkan di Singapura. Ayahnya bekerja di perusahaan kapal asing sebagai Radio Officer, sedangkan Ibunya merupakan sekretaris senior di Kedutaan Besar RI di Singapura. Ketika usia 12 tahun, kedua orang tua mereka membawanya pindah ke Indonesia. Dari kecil Sophie sudah menekuni dunia presenter, ketika usianya 9 tahun dia lolos audisi presenter cilik di sebuah stasiun televisi Singapura, SBC, Singapore Broadcasting Corporation. Program acara yang dia bawakan saat itu adalah variety talkshow berjudul “Just Kids”. Pengalaman pertamanya tersebut akhirnya terbawa sampai ke Indonesia, dimana setelah lulus SMU dia kembali menjadi penyiar radio profesional, hingga akhirnya mengantarkan dia kembali ke dunia pertelevisian. Lulus dari kuliah dibidang Hukum, Sophie merambah kariernya mulai dari presenter, MC, penyiar, hingga menjadi aktris.

Dalam buku ini dituliskan secara jujur alasan kenapa Sophie akhirnya memutuskan untuk berhenti dari dunia entertainment yang selama ini ditekuninya. Keputusan ini diambil setelah 26 tahun dia berkecimpung dalam dunia pertelevisian. Alasan demi alasan dia ungkapkan mulai dari standar kebersihan MCK di lokasi syuting, banyaknya polusi asap rokok di lokasi syuting, kegiatan syuting yang molor alias tidak tepat waktu, program acara yang semakin mementingkan rating, hingga bayaran yang sudah tidak cash and carry lagi. Hal inilah kemudian dirasa Sophie sudah tidak bisa ditolerir lagi, karena tidak ada lagi yang membuatnya merasa bahagia melakukan itu semua. Banyak waktu terbuang begitu saja, dan Sophie merasa bahwa sudah saatnya untuk mencari jalan lain yang dirasa nyaman baginya, yaitu menjadi seorang istri dan ibu yang bisa menyaksikan tumbuh kembang anak-anaknya.

Hingga suatu hari ketika Sophie berada dalam sebuah kemacetan, dia mengutak atik handphone. Salah satu hal yang paling dia sukai adalah semua yang berhubungan dengan anatomi atau cara kerja tubuh manusia, seperti cara makan dan aneka rupa diet. Tiba-tiba dia menemukan sebuah kata “raw food”. Berawal dari kata itu dia lalu mencari-cari informasi serta sempat mengikuti sebuah online course dengan raw food chef bernama Russell James. Sebulan kemudian Sophie akhirnya memutuskan untuk sekolah ke San Francisco di sebuah Chef School. Lebih tepatnya RAW FOOD CHEF SCHOOL. Sepulangnya dari sekolah tersebut dia tanpa sadar mulai mengadvokasi orang lain untuk makan dan menjalani pola hidup lebih baik lewat postingan yang dilakukannya di media sosial. Dari situlah kemudian dia membuat kelas-kelas detoks, membuat buku-buku elektronik berisi aneka resep plant-based. Serta bisa mengajar sekaligus travelling berskala internasional, seperti di Bali dan Singapura. Di Indonesia sendiri juga sudah berdiri sebuah komunitas online “Indonesia Makan Sayur” yang dipelopori oleh Sophie.

Keunggulan dari buku ini adalah pertama, bahasa yang digunakan sangat ringan sehingga pembaca dibuat ikut berimajinasi dengan cerita yang disajikan oleh Sophie, yang kedua adalah resep “raw food-nyadilengkapi dengan gambar berwarna, sehingga menjadikannya lebih menarik dan pembaca dibuat mengerti seperti apa bentuk atau hasil akhirnya. Sedangkan untuk kekurangan dari buku ini adalah terlalu banyak cerita yang disuguhkan sehingga kurang fokus pada inti dari judul buku, bisa dikatakan alur ceritanya kurang jelas.

Bagi kalian para penikmat buku yang ingin membaca buku ini bisa kalian dapatkan di Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B di ruang Koleksi Khusus 1 lantai 2. Dan bagi civitas akademika yang berminat untuk meminjam bisa dilakukan secara overnight. Selamat membaca dan jangan lupa untuk selalu gembira J

Hits 922