WhatsApp Image 2018 10 25 at 10.41.22Universitas Jember mengadakan kegiatan Workshop dan Seminar Nasional dengan tema “Implementasi Big Data di Dunia Pendidikan dan Pemanfaatan Open Source Big Data Platform”, yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Universitas Jember, di Aula Hotel Dafam, Selasa-Rabu (23-24/10/2018). Satu orang staf yang mengikuti kegiatan Seminar Nasional & Workshop ini adalah Farid Andriansyah Zakaria, S.Kom. Big data adalah suatu keniscayaan yang saat ini dihadapi dimana semua universitas dalam hal riset data. Selama ini data-data yang ada diperpustakaan yang sifatnya historical tetapi dalam bentuk kertas/fisik ini perlu diangkat secara elektronik sehingga bisa diindex, tetapi kita punya keuntungan karena tidak bisa diangkat oleh Google, dan saat data tersebut dalam bentuk digital perlu dilakukan cyber security, karena ini adalah data milik kita jangan sampai dicuri/dimanipulasi oleh orang lain.

Data saat ini sebagai new currency atau new oil, dan sebagai aset yang berharga karena data yg sudah dianalisis dan ditarik menjadi informasi yang sangat berharga. Tantangan di industri 4.0 di Indonesia itu kita tidak terbiasa untuk mengelola data, kita tidak punya meta data manajemen dan tidak punya kesamaan view terhadap data/istilah. Fenomena big data terjadi pada saat web 1.0 pada saat itu Google berfikir kalau kita tidak akan survive kalau kita terikat pada software-software yang ada pada saat itu karena lisensinya terlalu mahal. Software-software tidak terlalu tepat untuk digunakan karena sifatnya general, misal Oracle pada saat datanya lebih dari 100 TB maka kecepatannya akan berkurang, sehingga Yahoo, Flicker membawa data ke dalam open source. Pada saat tahun 2008-2009, web 4.0, opensource dipakai adalah Hadoop. Hadoop sifatnya open source sehingga seluruh programmer bisa menggunakan itu dan seolah-olah Yahoo/Google memperkerjakan tidak ratusan tapi ribuan programmer dari seluruh dunia untuk mengembangkan Hadoop.

Programmer sendiri juga dapat mengimplementasikan Hadoop tersebut untuk kebutuhannya sendiri. Istilahnya simbiosis mutualisme, tapi 1 hal yg tidak dimiliki programmer pada tahun 2011, Peter Novic mengatakan begini apa yg kita lakukan adalah semua orang bisa mengembangkan algorithm tetapi Google punya data yg tidak dimiliki semua programmer. IBM, Teradata akhirnya menggunakan software open source juga untuk mengembangkan softwarenya. Saat ini oleh semua lembaga/bisnis dianggap sebagai cost, tetapi disatu sisi IT itu dapat menyelesaikan semua masalah. Contoh kasus dalam bidang perpustakaan, salah satu solusi dari big data kita bisa mempelajarikan data repository untuk mencari similarity dari isi skripsi untuk kebutuhan plagiarism memanfaatkan IT adalah melearningkan data. Tantangan kedepan seorang pustakawan harus dapat menjadi rujukan untuk mencari referensi bagi peneliti selain itu juga dapat duduk bersama dengan ahli IT, ahli sejarah untuk menjawab kebenaran isu-isu/hoax yang beredar saat ini.

Hits 122