E-Workshop Garin Nugroho

IMG 20181121 164805Rabu, 21 November 2018 kemarin, Perpus UNAIR melalui American Corner menggelar nonton bareng dan diskusi bersama Garin Nugroho sang sutradara yang begitu terkemuka di dunia dengan film-film bermutunya. Pada awal program, peserta dihadirkan dengan Film Nyai, film yang lahir di tahun 2016 dengan latar tahun 1927 dan hanya berlangsung 90 menit ini, sangat berbeda dengan film-film lainnya. Film Nyai, tutur Garin, memang dibuat konsep seperti teater yang melibatkan karakter berkualitas seluruh pemainnya. Garin menggambarkan ini seperti sebuah pohon yang juga hidup dipengaruhi oleh lingkungan, sehingga setiap peran yang dimainkan, pemain sangat mendalami jiwanya.

Film Nyai sendiri berkisah tentang seorang perempuan Jawa yang dijual oleh ayahnya, untuk memenuhi nafsu kekuasaan sang ayah untuk menikah dengan seorang Belanda. Dia banyak belajar sewaktu menjadi istri William dari tata cara berdandan bahkan Bahasa Belanda. Nama asli Nyai sendiri adalah Asih dan untuk lebih mengangkat derajatnya, dia berganti nama. Kisah selama 1,5 jam memang mengharu biru dan mengangkat lebih banyak tema budaya cukup kental. Cerita ini hanya satu slot saja, sehingga jika pemain salah dalam bertutur, harus diulangi kembali dari awal.

Garin Nugroho menunjukkan bahwa membuat film tidak harus mengeluarkan biaya besar dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Pembuatan film Nyai ini memang hanya 90 menit namun proses berlatih agar tidak terjadi kesalahan adalah 3 hari. Pemain benar-benar berkonsentrasi dengan peran yang dilakoninya. Garin Nugroho memang seorang yang cukup idealis. Guna menjembatani semua generasi, dia pun menempatkan aktor dan aktris sesuai dengan pasar yang dituju. Bahkan film Nyai ini akan diputar di bioskop dengan cara bekerjasama melalui komunitas-komunitas yang memang tertarik menonton.

Hits 278