P 20181127 120557Hari kedua, Parade Komunitas lebih semarak, karena ada Surabaya On Foot, Polyglot Indonesia dan Airlangga Calisthenics. Bagi kamu yang tertarik menjadi pemandu wisata, berkenalan dengan “bule” atau menambah teman dan kemampuan bahasa? Kamu bisa bergabung dengan teman-teman Surabaya On Foot yang saat ini sedang membuka pendaftaran untuk relawan. Mengenal Surabaya, haruslah lebih dan untuk mewujudkannya kamu harus bergabung dengan mereka Setiap Sabtu, karena mereka mengajak ke icon-icon yang memiliki nilai sejarah dan budaya, diantaranya Masjid Ampel (mengapa Masjid Ampel, di sinilah perpaduan 3 budaya bisa bersatu rukun bahkan berkolaborasi satu dengan yang lain, tercipta harmonisasi dan tidak terjadi banyak gesekan. Di sana etnik Tionghoa, Arab dan Madura berdomisili), House of Sampoerna dan tempat menarik lainnya.

Surabaya On Foot berusia kurang lebih satu tahun dan sudah bergerak sebanyak 30 kali. Saat ini, rekan-rekan komunitas ini akan mengadakan sebuah acara dengan tema cukup menarik, Korea. Bukan hanya mengenal musik, film, drama, namun mengenal masakan dan mencoba mencicipinya. Surabaya on Foot juga mengajak anggotanya mengenal kota pahlawan ini melalui gambaran leaflet yang telah disiapkan. Di stan mereka, ada penampilan apik sovenir yang mempromosikan Surabaya On Foot yang dibuat oleh anggotanya sendiri untuk menambah cantik dan gaul. On foot yang bermakna berjalan ini, memang mengharuskan anggota komunitasnya agar berjalan saat menikmati objek wisata yang dikunjungi. Lebih lengkap mengenai mereka, kunjungi IG @surabayaonfoot

Beralih ke Polyglot Indonesia, sebuah komunitas yang digagas oleh Firman Satriyo bersama beberapa rekannya, mencoba ingin mewadahi masyarakat yang memiliki kemampuan berbagai bahasa menemukan mitranya di sini. Menurut teman-teman yang ada di komunitas ini, rata-rata orang Indonesia adalah polyglot, karena mereka mampu berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda lebih dari 2 atau 3 bahasa. Misalnya seperti di Surabaya, warga di sini bisa berkomunikasi dalam Bahasa Lokal, Indonesia dan satu bahasa asing, Inggris. Untuk mewadahi anggotanya, mereka melakukan pertemuan satu bulan sekali dengan memilih tempat yang nyaman dan terjangkau, sehingga saat berinteraksi akan lebih santai.

Saat ini sudah lebih dari 9 kota yang memiliki Polyglot Indonesia dan pertama kali berada di Jogjakarta, jadi bila kamu tertarik untuk bergabung, ketahui lebih lanjut melalui layanan Instagram mereka @polyglotindonesia. Di dalam akun tersebut, semua kegiatan dari beragam daerah diliput dan diberitahukan, sehingga para peserta yang ingin ikut, tak akan ketinggalan. Untuk mengakrabkan satu dengan yang lain bahkan bisa berkomunikasi dengan bahasa yang dikuasai, mereka menyiapkan “table” khusus. Polyglot pun sangat membuka diri bagi semua orang yang ingin belajar dari elemen dasar, menengah ataupun mahir untuk bergabung. Komunitas ini juga terbuka untuk siapa saja, bukan hanya yang duduk di bangku pendidikan, namun juga pekerja.

Muda, sehat dan memiliki tubuh ideal adalah idaman semua orang, namun harus konsisten untuk mewujudkannya. Komunitas yang membantu kamu adalah Airlangga Calisthenics. Komunitas yang berbasis olahraga dengan menggunakan beban tubuh sendiri ini mengajarkan beragam macam gaya untuk membentuk bodi yang menarik dan tanpa harus pergi ke pusat kebugaran. Latihan bisa dilakukan sendiri di rumah atau bahkan di taman kota yang menyediakan alat, namun tanpa alat pun bisa dipraktekkan. Airlangga Calisthenics ada sejak 2013 ini diprakarsai juga oleh mahasiswa UNAIR dan kini bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa memandang kelas atau latar belakang.

Berlatih setiap Senin dan Kamis Malam di Taman Prestasi dan cukup membayar uang parkir saja, kamu akan bisa memiliki tubuh yang sehat. Teman-teman di sini juga menuturkan, jika ingin seperti ini, harus diperlukan latihan yang seperti ini, bahkan satu dengan yang lain akan membagikan tips sehingga kita tidak sendiri. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa mengeksplor mereka di IG @airlanggacalisthenics dari akun Instagrammu.

Hits 202