Menyabet JUARA: Kiprah kami di Dharma Wanita Persatuan UNAIR

IMG 20181218 091059 webSelasa 17 Desember 2018 bertepatan dengan ulang tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNAIR dan untuk memeriahkannya, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu digelar rangkaian program yang cukup menghibur dan menyita perhatian para anggotanya dari beragam fakultas dan unit kerja. Lomba yang diadakan kali ini adalah Peragaan Busana Shar’i yang pada pagi hingga siang tadi digelar, diikuti 16 orang yang mewakili unit-unit di lingkungan universitas, baik dosen, karyawan fakultas maupun pustakawan. Pustakawan UNAIR kali ini diwakili oleh Cahyarani Permata Aji dari Sekolah Pasca Sarjana dan Shiefty Ayulsie dari Perpustakaan UNAIR Kampus C. Bangga dan sangat menyenangkan, kedua pustakawan ini mampu berlenggak-lenggok di atas panggung dengan cantiknya.

Cahyarani Permata Aji, dalam kesehariaannya berkarya di Sekolah Pasca Sarjana dan baru pertama kali mengikuti ajang model atau dikenal dengan beauty pageant. Nervous, itulah kata pertama diungkapkannya saat mengikuti ajang tersebut dan untuk mempersiapkan dengan baik pada hari H karena harus tampil dengan make up segar, Rani, sebutan akrabnya, tidur dengan cukup di malam harinya. Dukungan dari rekan-rekan sejawat khususnya di tempatnya bekerja dan DWP begitu penting, sehingga dengan penuh percaya diri, mampu tampil baik di atas catwalk khususnya memamerkan busana ala putri atau “princess. Bila ada kesempatan lain di ajang yang sama, Rani ingin kembali mengikuti namun alangkah lengkapnya bila ajang yang diikutinya tadi dilengkapi live music.

Shiefty Ayulsie, pustakawan yang sehari-hari di Perpustakaan UNAIR Kampus C ini, baru kali pertama merasakan lomba peragaan busana apalagi bertajuk shar’i.  Untuk mempersiapkan kompetisi yang diselenggarakan di Aula Fadjar Notonegara FEB UNAIR ini, Epi, begitu panggilan akrabnya dibantu teman terbaik satu angkatan sewaktu kuliah dulu dalam memilih dan memilah baju. Pemilihan baju ini sangat penting, khususnya yang pas dan cocok dengan pembawaannya serta kesesuaian tema yang diambilnya yakni pesta. Rekan-rekan di tempat bekerjanya juga mendukung penuh dalam lomba ini. Saat detik-detik  diumumkan sebagai juara pertama, jantungnya berdetak kencang seperti mengikuti irama musik, dan sempat meneteskan air mata saat diselempangkan tulisan juara pertama sebagai bentuk keharuan perasaan yang melingkupinya ketika itu. Lega sudah, tuturnya. Bila ada ajang yang sama, dia mengharapkan rekan-rekan sejawatnya mampu mengikuti jejaknya dan merasakan betapa berdetaknya jantung ketika di panggung.

Hits 308