Jadi Penulis NonFiksi? Gampang Kok!!!

resensi mme

 

Judul Buku       : Jadi Penulis NonFiksi? Gampang Kok!!!

Penulis            : Ari Kinoysan

Penerbit          : ANDI Yogyakarta

Tebal Buku      : viii + 86 halaman

Tahun terbit    : 2016

Nomor Klas      : 155.25 Kin j-1

Lokasi             : Koleksi Khusus I Kampus B

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi penulis buku nonfiksi? Bayangan kita pasti ah sulit, mana bisa? Membuat artikel atau skripsi saja susah, apalagi ini buku? Jangan khawatir, oleh Kinoysan pikiran semacam ini akan berubah setelah kalian membaca buku tentang “Jadi Penulis NonFiksi? Gampang Kok!!!”. Menulis hanyalah menyoal sebuah kebiasaan. Jika kalian sudah terbiasa menulis, dan kalian tidak melakukannya dalam sehari saja pasti akan berasa seperti ada yang kurang dan tidak lengkap.

Buku yang terdiri dari 12 bab ini ditulis dengan sangat rinci, namun singkat, padat, dan jelas. Dalam bab pertama buku ini dimulai dengan empat poin utama yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis, yaitu: 1. Minat dan semangat, Untuk mengatasi minat dan semangat yang seringkali naik turun kita harus memiliki motivasi menulis, dan tiap orang tentu saja berbeda-beda motivasinya; 2. Menguasai materi, hal ini wajib hukumnya bagi seorang penulis, banyak jalan yang bisa ditempuh antara lain dengan pendidikan dan keahlian kita, berguru, membaca dan browsing, atau bahkan dari pengalaman pribadi atau orang lain; 3. Wawasan luas, Memiliki wawasan luas menjadi hal yang harus, wajib dan mutlak. Untuk itu harus baca, baca, dan baca!; 4. Menguasai teknik penyusunan buku, Perlu keahlian khusus untuk menyusun buku nonfiksi. Buku nonfiksi ibaratnya “buku panduan” yang harus bisa diikuti oleh pembaca dan dipraktikkan.

Ketika kita menulis sebuah buku nonfiksi pasti memiliki tujuan dan maksud tertentu. Alasan ini penting sebagai “panduan” secara tidak langsung dalam menyusun sebuah buku. Oleh Kinoysan setidaknya dijabarkan tujuh alasan dalam menulis buku, yaitu: 1. Mengapa buku ini ditulis?; 2. Siapa pembaca utamanya? Segmentasi pasar ini penting selain untuk menentukan siapa pembaca buku (anak-anak, remaja, dewasa, ibu-ibu, dll.) juga akan memandu kita dalam menentukan gaya Bahasa yang akan dipakai; 3. Apa sudah ada buku sejenis di pasaran?; 4. Apa kelebihan buku yang akan kita tulis? Merupakan poin penting agar penerbit dapat dengan cepat mengenali identitas naskah dan apa saja isinya; 5. Seberapa dalam materi yang kita tulis?; 6. Bagaimana cara penyajian materi? Penyajian materi disini adalah bagaimana materi tersebut akan disajikan, dari mulai gaya bahasanya, penggunaan gambar, dan sebagainya dalam rangkaian format yang menarik; 7. Kapan buku tersebut akan diselesaikan? Tentukanlah deadline kapan buku tersebut dapat terselesaikan. Hal ini sangat penting terkait dengan kedisiplinan yang harus ada pada diri kita.

Dalam buku ini penulis juga memberikan contoh proposal naskah secara lengkap sebagai contoh panduan untuk ditujukan kepada penerbit agar naskah kita bisa diterima. Penulis juga menuliskan jenis-jenis buku apa saja yang laris manis di pasaran. Selain itu ada pula penjelasan secara umum mengenai apa saja yang dinilai oleh penerbit dari sekian ratus atau bahkan ribuan naskah yang masuk ke penerbit, dari mulai tim redaksi, tim produksi, tim pemasaran dan promosi, ada atau tidaknya nilai plus dari naskah yang kita ajukan, misalnya penulis menjamin naskah tersebut akan dipesan atau dibeli dalam jumlah besar, adakah sponsorship, ataukah naskah tersebut benar-benar sedang dibutuhkan atau sedang tren di masyarakat.

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan ketika kita akan memulai menulis sebuah naskah? Buku ini menjelaskan enam hal penting yang perlu dipersiapkan dalam menulis sebuah naskah, yaitu: 1. Menentukan tema, pilihlah tema yang sesuai dengan passion kita, sehingga kita akan lebih mudah dalam menulis naskah nantinya; 2. Menentukan judul, Perlu diingat bahwa buku yang laris dipasaran bukan karena isinya yang “luar biasa”, akan tetapi karena judulnya yang “menggoda” dan “membuat penasaran”; 3. Menentukan siapa pembaca buku kita, hal ini sangat penting karena akan menentukan siapa segmen pasar yang akan dituju dan terutama sebagai pemandu kita dalam penggunaan bahasanya; 4. Menentukan referensi-referensi, Makin banyak buku yang kita baca, makin baik dan makin luas pandangan serta sudut pandang kita terhadap sesuatu; 5. Menentukan kekuatan naskah kita dibanding buku sejenis, seperti harga lebih bersaing, full colour untuk gambar pendukung, dan lainnya; 6. Mengatur persiapan pribadi, seperti menyediakan laptop/netbook/komputer, memilih tempat senyaman mungkin, penentuan deadline yang realistis, dan lainnya.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam buku ini yaitu dijelaskan pula mengenai teknik penulisan buku. Yang membedakan antara buku fiksi dengan nonfiksi yaitu jika buku fiksi cenderung lebih bebas, ekspresif, dan tidak ada aturan. Lain halnya dengan buku nonfiksi yang didalamnya memuat beberapa rincian, seperti: membagi buku menjadi beberapa bab, lalu bab menjadi subbab, subbab menjadi beberapa paragraf. Dan apa-apa saja yang perlu dicantumkan dalam penulisan sebuah buku seperti kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, indeks, dan lain sebagainya.

Buku ini dilengkapi dengan tips dan trik untuk mengatasi writer block (macet menulis) yang seringkali dialami oleh seorang penulis. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu, membaca dan menulis lebih sering, kembali ke outline awal, menggambar atau menjalankan hobi lain, mencari golden time (waktu emas) untuk menulis, mencari tempat nyaman untuk menulis, dan lain sebagainya.  Pada bab terakhir dalam buku ini, Kinoysan juga menuliskan tips dan trik bagaimana menjadi seorang freelance writer (penulis lepas).

Keunggulan dalam buku ini yaitu, dari segi informasi yang disampaikan sangat rinci, padat dan jelas, bahasa yang digunakan juga mudah untuk dipahami. Penulis juga menyertakan contoh bentuk-bentuk paragraf serta contoh proposal pengajuan naskah ke penerbit.

Ingin mengetahui lebih jelas mengenai buku ini? Silahkan berkunjung ke Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B di ruang Koleksi Khusus 1 lantai 2. Bagi civitas akademika yang berminat untuk meminjam bisa melakukannya secara overnight.

Selamat membaca!

Hits 615