resensi bu djuwe

Judul resensi  : Umat Islam jangan terperangkap dalam Politik Identitas

Judul buku     : Identitas Politik Umat Islam

Pengarang      : Prof. Dr. Kuntowijoyo

Penerbit         : IRCiSoD

Tahun terbit   : 2018 Cet. 1

Tebal buku     : 307 halaman

Harga buku    : Rp. 74.000,-

Di tahun politik sekarang ini kita diharapkan tidak terkotak-kotak dalam politik identitas. Indonesia yang terdiri dari beragam agama, suku, dan budaya merupakan satu kesatuan utuh dalam satu wadah yang bernama NKRI. Bukan bermaksud untuk  menunjukkan identitas politik umat Islam, buku ini justru banyak membahas tentang identitas politik umat Islam. Mungkin penerbit IRCiSoD merasa tergelitik untuk menerbitkan kembali buku karya  Prof. Dr. Kuntowijoyo melihat situasi politik saat ini.

     Prof. Dr. Kuntowijoyo selain dikenal sebagai seorang sejarawan, beliau juga seorang budayawan, dan sastrawan yang sangat produktif. Karya-karya yang pernah dihasilkan. Sebuah  novel  pertama ditulisnya berjudul Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari, yang kemudian dimuat sebagai cerita bersambung di harian Djihad tahun 1966. Pada 1968, cerpennya yang berjudul Dilarang mencintai Bunga-bunga memperoleh hadiah pertama dari majalah Sastra. Tulisan-tulisan yang lain baik berupa esai maupun cerpen banyak dimuat di beberapa penerbitan. Menilik karya-karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa beliau memang berkualifikasi di bidangnya. Gagasannya yang sangat penting bagi pengembangan ilmu sosial di Indonesia adalah idenya tentang Ilmu Sosial Profetik (ISP).

     Buku yang ditulis ini merupakan sekumpulan tulisan ‘politik’ Kuntowijoyo yang pernah dimuat di majalah UMMAT tahun 1996. Buku ini juga pernah diterbitkan oleh penerbit Mizan di tahun 1997. Salah satu alasan diterbitkannya kembali buku ini adalah mengingat pandangan-pandangan penulis masih sangat relevan dengan situasi Indonesia sekarang. Di tengah carut marutnya kondisi politik di negeri ini yang melahirkan politik identitas yang semakin terasa dalam masyarakat, terutama umat Islam.

     Menurutnya Islam bukan sekedar agama tapi juga komunitas yg kadang tidak disadari oleh pemeluknya. Bahkan di bab terakhir yaitu bab XVII hal. 267 ditulis bahwa”dalam politik, umat Islam seperti penumpang perahu yang berlayar di laut lepas, tanpa bintang tanpa kompas, tidak tahu tujuan dan tidak tahu cara berlayar”.

Buku ini terdiri dari 17 Bab sarat dengan pemikiran politik, yang condong ke politik keislaman. Dalam tiap-tiap bab diuraikan sebagai berikut :

Bab I : Mengulas tentang Epistemologi politik

Bab II : Menguraikan tentang Jurusan baru politik dari Abstrak ke Konkret; dari Ideologi ke  Ilmu; dari Subyektif ke Obyektif

Bab III : Membahas Islam sebagai Komunitas

Bab IV : Membahas tentang Realitas Okyektif

Bab V : Meguraikan tentang Konsekuensi Politik Industrialisasi

Bab VI : Mengulas tentang Okbyektivikasi

Bab VII : Menguraikan tentang Pancasila adalah Obyektivikasi Islam

Bab VIII : Membahas mengenai Kaidah-kaidah demokrasi

Bab IX : Membahas tentang Demokrasi Politik

Bab X : Mengulas tentang Demokrasi Sosial

Bab XI : Menguraikan tentang Demokrasi Ekonomi

Bab XII : Menguraikan tentang Demokrasi Kebudayaan

Bab XIII : Menguraikan tentang Demokrasi Agama

Bab XIV : Membahas tentang Negara sebagai kekuatan sejarah

Bab XV : Menulas tentang Islam dan Negara

Bab XVI : Mengulas tentang Kepentingan dan Perangkat Politik Umat Islam

Bab XVII : Bahasan tentang Kategorisasi, Penahapan, Strategi dan Metode

     Ke tujuh belas bab di atas dibahas secara lengkap mengenai pandangan politik keislaman. Islam tidak hanya dipandang sebagai agama, namun juga sebagai komunitas. Dalam buku ini diuraikan secara luas tentang keislaman dari berbagai segi baik politik, ekonomi dan kehidupan sosial. Buku ini tidak bersifat menggurui ataupun provokatif. Penyampaiannya secara sitematis, mudah dipahami. Namun tulisan ini juga terbatas karena bersifat kontemporer yang sewaktu-waktu bisa berubah. Karena merupakan produk perorangan tulisan ini terasa subyektif secara emosional dan intelektual. Namun demikian buku ini penting sebagai bacaan untuk menambah wawasan terutama bagi generasi muda yang semakin jauh dari jiwa Islam.

Hits 513