pemburu halimunJudul               : Pemburu Halimun

Penulis             : Rezawardhana

Editor              : Brahmantio

Penerbit           : Dukut Publishing

Tahun terbit     : 2017

ISBN               :  9786029792041

Deskripsi fisik : 301 Hal, 20 cm, soft cover

Resensor          : Yuliana Ariandini A, S. IIP

Sang penulis mengungkapkan alasannya kenapa ia menulis cerita detektif. Menurutnya, salah satu alasan dirinya menulis cerita detektif adalah untuk membuka mata pembaca Indonesia bahwa novel yang bagus tak melulu bergenre romans-religi. Penulis merupakan alumni Fakultas Ilmu Budaya yang sudah menghasilkan buku yang diterbitkan secara indie.

Novel ini bercerita tentang rangkaian kasus pembunuhan misterius yang terpusat di kota Surabaya. Seorang wanita bernama Diana Ambarsari hilang dari ruang kantornya di saat dirinya sedang lembur. CCTV hanya memperlihatkan bahwa wanita itu keluar lift dari lantai tiga menuju lantai empat tempat ia bekerja dan tidak melihat lagi ia keluar dari ruangan itu. Para satpam pun tidak melihat dirinya keluar dari pintu depan gedung. Anehnya, keesokan harinya, mayatnya ditemukan di tempat pembuangan sampah yang jaraknya sangat jauh dari kantor.

Kematian kedua pun menyusul. Kali ini seorang gadis muda bernama Astari sedang mencari pria bernama Frans yang telah menghamilinya. Namun saat ia tiba di apartemennya, Astari melihat sosok Frans tiba-tiba terjatuh seolah-olah terjun dari atas langit dan tewas. Para polisi pun menduga bahwa Astari yang melakukan pembunuhan berdasarkan keterangan para saksi yang melihatnya muncul di balkon apartemen milik Frans. Untuk membebaskan Astari dari tuntutan para polisi, kakak dari Astari pun menghubungi temannya, Hilbram Handaru seorang dosen muda yang pernah memecahkan sebuah kasus misterius.

Hilbram pun muncul bersama seorang fotografer sekaligus pemilik cafe Luminos bernama Devina. Kedua pasangan detektif ini membantu para polisi dan mulai menyelidiki setiap keanehan yang luput dari pengamatan sang polisi. Namun baru saja ingin memulai penyelidikan, kematian ketiga pun menyusul. Hal ini tentu membuat para detektif itu harus memutar otak. Mereka memulainya secara prosedural dengan memecahkan hal-hal janggal di tiap kasus, dan kemudian melacak sang pembunuh yang berlindung di balik kabut.

Secara garis besar, novel ini memiliki daya pikat tersendiri. Mulai dari kasus yang disuguhkan berupa impossible crime, karakter dan relasinya, sampai metode melacak sang pembunuh. Sang penulis paham betul cara meramu cerita dan menjadikan para pembacanya betah untuk mengikuti ceritanya dari awal sampai akhir.

Mari kita lihat para karakter di sini. Mulai dari sang main hero, Hilbram Handaru. Seorang dosen muda yang punya hasrat membantu penyelidikan kepolisian. Motivasinya muncul dan terlibat di kasus ini sangat acceptable. Seorang teman yang memintanya untuk mencari bukti bahwa sang adiknya dituduh tak bersalah. Kemampuannya mengungkap kasus yang pernah dipecahkan sebelumnya (silahkan lihat kilas balik kasus perdananya di hal 245) menjadi jaminan sang kakak untuk mempercayakan semua pemecahan kasus kepadanya. Ia ditemani oleh Devina, rekan kerja Hilbram yang pernah satu kampus dengannya. Tokoh ini menarik secara pribadi buat saya. Gaya dialognya yang sedikit-sedikit menyebut frasa dan kalimat berbahasa Inggris tentu membuat kita paham seperti apa karakternya. Tentu para pembaca akan bertanya-tanya, hubungan antara Devina dan Hilbram seperti apa sebenarnya. Meskipun Hilbram sepertinya kepincut dengan wanita bernama Sarah dan Devina disukai oleh seorang polisi bernama Arman, tentu akan banyak sekali pikiran usil para pembaca untuk memainkan hubungan Hilbram-Devina (Pastinya pembaca kaum hawa.. hehe)

Relasi Hilbram dengan para aparat juga perlu mendapat catatan. Sebagai detektif amatir tentu akan sangat bertumbukan dengan para pemangku kepentingan, dalam hal ini pemecahan kasus. Hubungan tumbukan antara Hilbram Handaru dan Iqbal Latief cukup memuaskan saya sebagai pembaca. Tentu tak semudah itu kan seorang sipil, meski genius luar biasa menjadi pemimpin rapat saat berdiskusi pemecahan kasus.

Di sini penulis juga mencoba menjelaskan deskirpsi sang tokoh dengan beberapa sifatnya. Salah satu sifatnya yang pelupa. Sayangnya kurang banyak sang penulis memperkenalkan tokohnya kepada pembaca.

Selain karakter, yang menjadi atensi lainnya adalah misteri yang disuguhkan. Buku ini dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama berisi tentang suguhan misteri, relasi, yang diakhiri dengan pemecahan misteri, khususnya perihal impossible crime yang ditunjukkan. Sampai saat ini, saya belum pernah membaca buku yang membagi bukunya dua bagian dengan pembagian, pemecahan trik pembunuhan dan dilanjutkan dengan melacak sang pelaku. Biasanya trik dan penangkapan pembunuhan dibuka semua di paling akhir, Namun tidak dengan novel ini. Selain itu, hal yang menariknya adalah penulis menerapkan pola plot puzzle mystery di bagian pertama layaknya novel misteri pada umumnya dan foreshadowing di bagian kedua seperti yang dilakukan di banyak novel kriminal dan thriller. Biasanya orang hanya memilih satu tipe, entah plot puzzle atau foreshadowing. Namun Rezawardhana menyuguhkan keduanya.

Bagi pecinta kisah kriminalitas, pasti akan dibuat penasaran ketika membaca buku ini. Buku ini dapat kita temukan di layanan koleksi khusus dan ruang baca umum perpustakaan unair kampus a, b dan c, dengan no. classification 808.803 556 Rez p. ketika membaca buku ini seolah-olah kita dibawa ke jalanan Surabaya, sesaat pasti kita berpikir bahwa ini benar-benar terjadi. Pasti penasaran kan, selamat membaca!!

Hits 306