P 20190621 083641 vHDR Auto copyJumat 21 Juni 2019, Novita Dwi Anawati, salah satu Pustakawan UNAIR memberikan pengetahuan kepada orang tua murid mengenai bagaimana menumbuhkan minat baca pada anak. Novita memaparkan, usia anak di tahun ketiga merupakan “golden age“ yang harusnya diberikan hal-hal bermanfaat yakni membaca buku. Sebelum ke paparan inti materi, Novita memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat terkait dengan gaya hidup para orang tua dan tingkah laku sang anak. Seperti saat sang anak rewel, banyak orang tua yang menjawab dengan memberikan gawai ke anak padahal, anak yang masih dalam proses menimba banyak ilmu, harusnya diberikan buku sebagai sumber pengetahuan. Buku-buku menarik yang bergambar, berwarna tentu akan memberikan perhatian, dibandingkan dengan gawai. Bimbingan orang tua begitu sangat diperlukan saat membaca buku dibandingkan dengan gawai sehingga anak pun bisa mendapatkan pengetahuan dan perilaku yang baik.

Menumbuhkan minat, memerlukan peran serta orang tua yang senantiasa ada disamping anak. Minat, dapat diketahui melalui keinginan dan kebutuhan si anak. Seperti saat anak tertarik dengan sesuatu, misalnya, pakaian, makanan, minuman, budaya, hewan, profesi, lambang dan lain-lain, harusnya orang tua mengetahui dan memberikan buku sesuai dengan kebutuhan mereka. Ketertarikan dengan hal-hal di atas akan membantu mereka mengenal huruf, kata, bahkan menginspirasi anak. Ajakan untuk membaca pun bisa dilakukan saat bersantai, menjelang tidur atau mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku atau perpustakaan yang memiliki sarana belajar dan bermain.

Banyak hal membelenggu anak menumbuhkan minat membaca mereka, diantaranya sekolah yang belum mendukung, sarana publik, kesibukan orang tua, prioritas utama menggunakan gawai dibandingkan dengan buku, sehingga membuat anak malas dan tidak mau bersentuhan dengan buku. Dari sini, orang tua, selaku penanggung jawab anak, harus secara radikal membantu proses pertumbuhan minat anak. Komitmen orang tua sangat dibutuhkan di sini. Banyak manfaat yang sebenarnya dapat diperoleh saat anak mulai menggemari budaya baca. Berkomunikasi dengan baik, menambah kosa kata berbahasa, mengembangkan pikiran dan kreativitas bahkan siap menghadapi dunia nyata adalah beberapa manfaat yang didapat dengan kegiatan ini.

Novita berharap, dengan kegiatan yang dilakukannya ini, hubungan anak dengan orang tua akan menjadi lebih baik karena makin menumbuhkan minat belajar dan menambahkan kegembiraan anak. Paparan mengenai materi ini, dilengkapi dengan pengalaman pemateri yang memiliki anak yang sebelumnya terlambat berbicara. Disini diperlukan peran aktif orang tua untuk proses anak agar bisa bicara dengan baik dengan mengetahui minat anak akan buku yang diinginkan. Novita memberikan banyak buku sesuai keinginan si anak, dan mulailah dia bergerak sehingga proses komunikasi bisa berjalan. Di akhir sesi, Pembicara kembali mengingatkan akan bahaya gawai terhadap mata, sehingga orang tua diharap berhati-hati.

Hits 115