Dampak yang ditimbulkan oleh Media Sosial

Buku Nurudin B624251765Media yang fungsi utamanya hanya sebagai “media” dan “perantara”, nyatanya mampu menentukan sikap dan perilaku masyarakat. Coba kita telisik beberapa konflik horizontal akhir-akhir ini, semua berawal dari media, khususnya media sosial. Inilah dampak globalisasi, akses terhadap informasi bisa dijangkau dengan cepat dan instan, bahkan tanpa filtrasi. Kehadiranya seolah sakral layaknya agama. Tanpanya, manusia seperti bukan apa-apa. Bahkan akhir-akhir ini, muncul sebuah penyakit baru yang disebut oleh banyak ahli sebagai nomophobia (no mobile phone phobia). Nomophobia merupakan sebuah kondisi dimana seseorang akan merasa ada yang kurang jika terpisah dengan smartphone-nya. Tentu, penggunaan smartphone atau gadget ini ditujukan untuk bermedia sosial.

Sebelum membahas lebih lanjut marilah kita berkenalan dengan Nurudin, yang mana merupakan dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Beliau sudah mempublikasikan karyanya sejak tahun 1997 diawali dengan “Televisi Agama Baru Masyarakat Modern”. Sehingga tidak diragukan lagi karya-karyanya yang bersubjek komunikasi (mayoritas judul buku yang ditulis).

Kita kembali lagi membahas media sosial, sesuai namanya, bukanlah sebuah aktivitas yang dilakukan perseorangan atau individu semata. Ia merupakan aktivitas yang dilakukan banyak orang sosial. Sehingga kehadirannya juga banyak mewarnai peristiwa publik. Media sosial seolah menjadi dua sisi mata uang koin. Di satu sisi ia berdampak positif bagi perkembangan hidup berbangsa dan bernegara. Ia menjadi alat penyatu bangsa. Dan sebaliknya, ia malah mendegradasi moral dan berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa.

Ada 6 bagian yang diulas dalam buku ini, yaitu: (1) hoaks dan realitas semu masyarakat; (2) perubahan teknologi dan rekayasa sosial; (3) literasi media menuju melek masyarakat; (4) media dan politik praktis; (5) pesan komunikasi itu kunci; dan yang terakhir (6) media dan komodifikasi pesan. Dari keenam ini terbayangkan mengerikannya media sosial jika tidak digunakan dengan bijak. Ini masih topik utama yang sengaja diiming-imingi, biar tambah penasaran lagi bahkan mungkin bisa jadi inspirasi penulisan karya ilmiah.

Padahal, buku ini tercipta dari kumpulan karya penulis yang tersebar di berbagai media. Bahasa yang digunakan tentu bahasa ilmiah popular khas media massa yang dikonsumsi oleh masyarakat umum. Kelebihan kumpulan tulisan adalah ia selalu aktual pada suatu kasus tertentu yang sangat mungkin bisa digeneralisasi pada kasus dan waktu lain. Namun demikian, salah satu kelemahan kumpulan tulisan adalah adanya pengulangan sumber data atau analisis karena memang disesuaikan dengan konteks saat dibuatnya tulisan. Tetapi, setiap sumber kutipan yang sama tentu punya nuansanya tersendiri dan akan bersesuaian, karena disesuaikan dengan tema bahasan. Bisa jadi, sumber kutipan pada suatu tahun akan dikutip lagi pada tahun lain karena fokus kajian yang hampir sama.

Sesuai judulnya, buku ini mendudukan seluk beluk media sosial yang dianggap sebagai “pembenar” tindakan seseorang. Layaknya sebuah ajaran, hukum yang mengatur tindak-tanduk masyarakat dan seringkali dianggap sebagai agama. Ditulis oleh seorang pakar yang sudah aktif menulis dan menelurkan banyak karya, serta disajikan dengan bahasa yang ringan. Buku ini layak dibaca oleh banyak orang, tidak hanya pegiat literasi dan akademisi, namun khalayak publik dan tentunya generasi milenial, agar mampu lebih bijak dalam bersikap di era jaman now.

Semoga dengan hadirnya buku ini mampu memberikan solusi atas keruwetan globalisasi dan tentunya mencerdaskan anak bangsa, demi tercapainya bangsa yang bermoral dan bermartabat. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Berikut, identifikasi bukunya:

Judul               : Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenieal

Pengarang       : Nurudin

Penerbit           : Malang: Intrans Publishing

Tahun terbit     : 2018

ISBN               : 9786026293657

Deskripsi fisik : xviii, 184 hlm.; bibl.; 21 cm.; paperback

Lokasi             : Perpustakaan Pusat

No.

Ruang

Call number

1.

KK-1 / KKB (Koleksi Kampus B)

006.754 Nur m

2.

KK / KKA (Koleksi Kampus A)

006.754 Nur m-2

3.

KK / KKC (Koleksi Kampus C)

006.754 Nur m-3

Hits 161