Kontribusi UNAIR untuk masyarakat

IMG 20191017 120944 baruSaat ini, banyak perguruan tinggi yang masih berkutat dengan kegiatan belajar dan mengajar atau dalam istilahnya 1.0 sehingga terkesan eksklusif dengan kehidupannya sendiri. Pada tingkatan selanjutnya yakni 2.0, mulailah pengetahuan muncul dan mendominasi. Kemudian disusul dengan adanya penelitian, publikasi ilmiah, buku dan mulai memberikan dampak untuk kehidupan kampus dan masyarakat. Untuk tingkatan berikutnya adalah 3.0 di mana perguruan tinggi mampu menjadi entrepreneur university, maksud dari ini ialah bukan hanya menelurkan banyak wirausaha namun produk ilmu pengetahuan, sistem, metode yang dimiliki bisa memberikan dampak bahkan memiliki banyak inovasi-inovasi yang memberikan manfaat. Pada tingkat selanjutnya yakni 4.0 perguruan tinggi diharapkan telah mampu mengkombinasikan kesemuanya dan memiliki andil dalam kehidupan bermasyarakat.

UNAIR, perguruan tinggi yang lahir di tanggal 10 Nopember ini mendeklarasikan, bahwa mereka telah berdampak baik secara ekonomi, sosial, bahkan budaya. Dalam hal ini, digambarkan dengan setiap tahunnya ribuan mahasiswa UNAIR yang berasal dari berbagai daerah, hidup dan menghabiskan waktunya di Surabaya, telah meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dengan munculnya banyak rumah kos, tempat makan atau hangout dan semua lini yang dibutuhkan mahasiswa ada. Semua serapan ini mampu menggeliatkan roda ekonomi, bahkan menyerap lapangan kerja. Selain dampak ekonomi, kiprah UNAIR juga tak bisa dipandang sebelah mata jiwa berbicara mengenai kesehatan, di mana para lulusan UNAIR menghuni banyak RS dan perguruan tinggi kesehatan di Jawa Timur. Bila ditinjau dari lulusan bidang kesehatan ini, UNAIR berarti telah mampu melayani masayarakat untuk tertangani sakit penyakitnya, bahkan fasilitas RS Pendidikan pun, juga telah mampu berdaya guna.

Dalam aktivitasnya, kiprah sosial juga diberikan, diantaranya dengan disalurkannya beasiswa Bidik Misi untuk putra putri dari seluruh Indonesia yang diberikan kesempatan mengenyam pendidikannya di sini. Program KKN yang diselenggarakan oleh UNAIR juga memberikan dampak pada setiap desa yang menjadi tempat mahasiswa menerapkan ilmunya. Di lain sisi, UNAIR juga memiliki mahasiswa internasional yang memiliki dampak budaya, di mana mereka harus belajar kekhasan lokal untuk bisa belajar lebih baik atau bahkan menikmati tempat unggulan wisata yang tentu mereka akan wartakan kepada teman-temannya.

UNAIR memiliki lebih banyak mahasiswi dibandingkan dengan mahasiswa, sehingga dari jangkauan alumni tingkat nasional, sebarannya kurang begitu merata dan hanya berkutat di Jawa Timur. Guna menyiasati ini, ke depan UNAIR akan memiliki program studi teknik yang dirasa akan mampu menyeimbangkan jumlah laki-laki dan perempuan dan tentu penyebaran alumninya akan lebih luas lagi. Acara ditutup dengan wawancara langsung wartawan dengan Rektor UNAIR dibawah panggung.

Hits 147
 
 
 

semiloka.pua2020