Studi ke LN: Motivasi dirimu!

Edited2 2Belajar ke luar negeri, siapa mau? Tentu semua mau namun diperlukan persiapan khusus untuk meraihnya. Untuk studi ke Amerika Serikat (AS) saja, banyak langkah bisa dilakukan. Mau jalur beasiswa atau bila secara keuangan dirasa mampu, pendaftaran bisa dilakukan. #AmCorShow program berbagi pengalaman dalam Bahasa Indonesia Senin 28 Oktober 2019 beberapa hari lalu dan turut serta memeriahkan Sumpah Pemuda 2019, kedatangan tamu seorang dosen dan juga Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, Ibu Diah Ariani Arimbi. Beliau pada hari itu memberikan tips, trik dan juga motivasi agar anak-anak muda mampu meraih mimpinya untuk studi lanjutan S2 atau S3 ke luar negeri khususnya AS.

Sebagai seorang lulusan Fulbright, Ibu Diah menuturkan, ada kedekatan terus dirinya, dengan negeri Paman Sam ini. Setelah lulus, kiprah beliau hingga saat ini adalah menjadi tim penilai para pendaftar beasiswa Fulbright. Beasiswa Fulbright sendiri memiliki beberapa kategori, diantaranya dukungan penuh dari Pemerintah AS juga ada dukungan dari Pemerintah Indonesia melalui Presidential Scholarship. Sewaktu diterima Fulbright di tahun 97’an, awal mula beasiswa ini memang dikhususkan untuk pegawai negeri dan pendidik, namun kini beasiswa yang didirikan oleh senator J. William Fulbright ini telah terbuka untuk kalangan umum dan ditangani oleh AMINEF.

Sebelum berhasil seperti sekarang ini, Ibu Diah juga jatuh bangun dalam meraihnya, hal ini dibuktikan dengan dia mendaftar sampai 4 kali, sehingga baru diterima. Beliau menandaskan bahwa, kegagalan memang kesuksesan yang tertunda, karena dengan kegagalan inilah, pembelajaran untuk meraihnya dapat dilakukan, jadi janganlah cepat menyerah. Perbaikan demi perbaikan dilakukan sehingga selaku pendaftar, dapat mengidentifikasi apakah persyaratan yang diajukan telah bagus atau masih ada kekurangan di sana sini.

Persyaratan utama untuk mendapatkan Fulbright adalah adalah TOEFL 550, study of purpose (di dalam pembahasan ini, anda diharapkan memilki rencana, apa yang anda lakukan setelah anda selesai studi), study object (pemilihan program studi yang diinginkan beserta pencarian sekolah. Pencarian sekolah pun diharapkan jangan memilih sekolah swasta yang diharuskan membayar biaya di luar ketentuan yang ditetapkan. Pemilihan diharapkan untuk sekolah milik pemerintah.)dan bila telah menerima beasiswa tersebut, lanjutan tes GMAT atau GRE yang disesuaikan dengan pengambilan jurusannya.

Cerita paling menarik dari pengalaman Ibu Diah adalah perguruan tinggi di AS memiliki writing center, di mana sebelum menyerahkan tulisan ke dosen, diharapkan harus melalui screening di bagian itu. Dosen di sana, tidak akan mau menerima tulisan siswanya bila masih terdapat kesalahan dalam grammar. Pemberlakuan ini tidak hanya untuk mahasiswa internasional, namun juga mahasiswa lokal. Writing center ini sangat diperlukan untuk membentuk tulisan akademik yang berkualitas karena selalu memberikan koreksi tulisan khususnya tata bahasa yang masih dirasa lemah dikalangan akademisi.

Pesan terakhir sebelum acara ditutup adalah get up and kick the ass bangkit dan nekadlah, karena itu kunci kesuksesan.

Hits 140