Sharing Kwowlegde Dengan Pustakawan The University of Queendsland

mbak uti

Kelompok pustakawan kembali digelar pada bulan November ini, tepatnya dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UNAIR ke-65 dan hari Pahlawan. Dilaksanakan pada hari Senin, 11 November 2019, pertemuan kali ini sedikit berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Hadir sebagai narasumber pustakawan UNAIR yang menjadi juara 2 Pustakawan Berprestasi Nasional serta pustakawan dari Indonesia yang meniti karir sebagai seorang pustakawan di The University of Queensland  Australia.

Sebelumnya acara diisi oleh pustakawan UNAIR yang meraih Juara 2 Pustakawan Berprestasi Nasional, yaitu Novita Dwi Anawati. Novita bercerita tentang pengalaman serta perjuangannya dalam meraih prestasi seperti saat ini. Menurut dia, seorang pustakawan saat ini haruslah kreatif serta tidak terlena dengan zona nyaman ada. Ada tips tersendiri dari Novita untuk rekan-rekan pustakawan yang hadir, yaitu harus banyak melakukan kegiatan yang memberikan kontribusi bagi masyarakat umum serta masyarakat kampus dimana bertugas. Diharapkan, untuk tahun depan banyak bibit-bibit baru yang nantinya mengikuti ajang serupa, untuk merubah mindset masyarakat terhadap profesi pustakawan.

Materi yang kedua disampaikan oleh Dr. Bekti Mulatiningsih.,Ph.D, atau biasa disapa dengan Uti, dia adalah seorang kewarganegaraan Indonesia yang meniti karir sebagai pustakawan di The University of Queensland. Berbeda dengan pekerjaan pustakawan pada umumnya, Uti melakukan pekerjaan sebagai pustakawan yang modern. Bekerja di divisi Research outputs and Impact, dalam sehari-hari Uti mengumpulkan data terkait penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen yang ada di UQ. Dengan perangkat yang serba canggih dan media pengindeks yang lengkap, Uti melakukan pekerjaannya bersama 1 Director serta 7 Librarian termasuk dirinya. Dengan kerjasama dan koordinasi yang sangat baik antara divisinya dengan bagian-bagian di Rektorat dan Fakultas yang terkait dengan pekerjaannya, maka hasil kerja yang telah dihasilkan bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk pengambilan keputusan.

Dengan kehadiran pustakawan dari UQ ini, menjadi kesempatan bagi para pustakawan yang hadir untuk bertanya serta berdiskusi terkait bagaimana mencari data tentang penelitian dosen dengan media yang terbatas, seperti hanya mengandalkan Scopus , Sinta dan juga Google Schoolar. Pustakawan yang masih muda ini memberikan penjelasan singkat yang mampu menjawab kegelisahan dan kesulitan yang dialami ketika mengumpulkan data penelitian dosen terkait dengan akreditasi.

Hits 120