Psikologi bermain : Bermain & permainan bagi perkembangan anak

Resensi Psikologi Bermain 2Anak-anak yang lahir dan hidup di era digital sekarang ini hampir tidak pernah merasakan bermain. Hampir semua dari mereka tidak mengenal permainan diluar rumah sehingga menyebabkan anak kurang bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Kebanyakan anak-anak jaman now lebih mengenal gadget untuk menghabiskan waktunya. Mereka diasyikkan dengan gadget yang hampir selalu berada dalam gengaman dan tatapan mata serius. Perkembangan teknologi telah mengkondisikan mereka menjadi anak yang kecanduan game-game online yang terkadang membuat anak menjadi kurang peduli terhadap lingkungan. Padahal menurut  Dewi Retno Suminar penulis buku yang berjudul “Psikologi Bermain”, bermain dan permainan sangat penting bagi perkembangan anak. Bermain dapat membuat anak berkembang secara psikologis. Kebanyakan orang tua pun kurang menyadari pentingnya bermain. Bahkan anak hanya disuruh belajar dan belajar.     Buku ini mungkin dapat menjembatani orangtua dalam membimbing anak untuk memberikan keleluasan bermain sesuai dengan usia anak.      

Penulis buku ini adalah seorang Psikolog dan pengajar di Universitas Airlangga.  Beliau menyelesaikan studi sarjana di Universitas Airlangga pada tahun 1990. Wakil Dekan III di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini menyelesaikan program masternya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1997. Beliau juga mengambil program doktoral di UGM dan mendapatkan gelar doktor pada 2012 Sejak tahun 2000, tidak kurang dari 22 penelitian telah diterbitkan oleh beliau. Dengan melihat predikat yang disandang  ibu Dewi adalah sosok yang berkualitas di bidang psikologi. Berbekal pengalaman baik sebagai pengajar maupun pembicara di berbagai seminar, workshop dan talkshow beliau cukup memiliki keahlian di bidang yang ditulisnya. Buku yang beliau tulis menyajikan tentang manfaat dari bermain  yang merupakan aktivitas menyenangkan dan dapat menstimulasi perkembangan anak. Namun kadang bermain oleh sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting, di mana anak hanya dituntut untuk belajar dan belajar tidak boleh bermain. Di era digital sekarang, tema buku ini sangat menarik untuk diaplikasikan pada anak. Tema tulisan ini mengajak orang tua untuk mengalihkan anak agar tidak kecanduan gadget dengan meluangkan waktu untuk bermain.    

Tulisan dalam buku ini diawali dengan bab yang membahas pemahaman mengenai sejarah bermain yang mendasari munculnya teori-teori dalam bermain. Dikemukakan juga macam-macam, jenis-jenis serta manfaat bermain bagi perkembangan. Dalam beberapa penelitian tentang bermain yang telah penulis lakukan, bermain dapat digunakan sebagai alat uji, sehingga perlu diketahui metode dalam penelitian bermain. Pada bab berikutnya dibahas tentang bermain yang terkait dengan perkembangan theory of mind yaitu perkembangan mental anak, bagaimana anak mampu memahami mental dirinya dan memahami mental orang lain. Dibahas pula tentang play therapy, dimana dunia bermain yang dekat dengan anak akan membuat anak merasa nyaman dalam mengungkapkan perasaan.    

Gaya penulisan buku ini cukup menarik dibandingkan dengan buku-buku sejenis. Tampilan atau lay out gambar sampulnya yang sesuai dengan dunia anak mengundang orang untuk membacanya. Tata bahasa dan susunan kalimatnya juga  mudah dipahami.      

Buku ini penting dibaca oleh para orangtua dan guru-guru prasekolah seperti PAUD atau Play Group untuk mengarahkan anak dalam bermain. Juga penting bagi mahasiswa untuk mempelajari teorinya dan mengaplikasikannya di bidang pendidikan.

Info Buku:

Judul buku     : Psikologi bermain : Bermain & permainan bagi perkembangan anak 

Pengarang      : Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog

Penerbit         : Airlangga University Press

Tahun terbit   : 2019

Tebal buku     : 127 halaman

No Klas          : 155.4 Sum p

Lokasi            : Satria Airlangga Corner Perpustakaan UNAIR Kampus B

Hits 23