Pemanfaatan Permainan Tradisional dalam Pembentukan Karakter Anak

 WhatsApp Image 2019 12 03 at 12.24.17

 

Judul Buku     : Pemanfaatan Permainan Tradisional dalam Pembentukan Karakter Anak

Penulis            : Sujarno, dkk.

Penerbit         : Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta

Tebal Buku    : xii + 184 halaman

Nomor Klas    : 790.1 Pem

Lokasi             : Ruang Baca Umum Kampus B

Resensor        : Sukma Kartikasari

ULASAN BUKU

Permainan dan anak-anak merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan. Melalui bermain anak akan menemukan kekuatan dan kelemahannya, ketrampilan, minat, pemikiran dan perasaannya. Tidak hanya itu saja, dengan bermain juga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, konsentrasi, dan keberanian mencetuskan ide-ide kreatif. Sehingga nilai-nilai hidup seperti menghargai orang lain, kejujuran, sportivitas, disiplin diri akan diperoleh dari interaksinya dengan orang lain saat bermain bersama.

Saat ini jenis permainan tradisional banyak yang hanya tinggal nama. Karena kemajuan teknologi informasi membuat permainan tradisional tergusur dengan permainan modern, seperti play station dan game online yang saat ini bisa dengan mudah di download melalui aplikasi dari handphone. Permainan modern dapat dimainkan secara individual, tidak membutuhkan teman atau lawan. Berbeda halnya dengan permainan tradisional yang rata-rata perlu dimainkan oleh dua orang atau lebih (kelompok). Oleh karena itu, banyak yang berpendapat bahwa permainan modern dapat membuat karakter anak menjadi egois atau kurang peduli terhadap lingkungan sosialnya. Sedangkan permainan tradisional membuat anak lebih bisa bersosialisasi dalam masyarakat dengan baik, dapat belajar norma-norma sosial dan mengenal nilai-nilai budaya yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Kabupaten Semarang yang ingin mengetahui apakah permainan tradisional dapat berfungsi sebagai salah satu sarana pendidikan di kalangan para generasi muda sekarang. Selain itu untuk menginventarisasi dan mendokumentasikan permainan tradisional anak yang ada di kabupaten Semarang. Dalam buku ini dijelaskan 20 jenis permainan tradisional yang ada di kabupaten Semarang, antara lain seperti betengan, bekelan, sledur, lompat tali, jethungan, sodor, dakon, egrang, dan lain sebagainya. Akan tetapi permainan tradisional yang ada di Kabupaten Semarang saat ini sudah mulai memudar karena sudah mulai tergusur oleh permainan modern. Ada kecenderungan bahwa anak-anak menganggap permainan modern lebih “bergengsi” daripada permainan tradisional yang dianggap sebagai permainan “ndeso/kampungan”.

Kelebihan dalam buku ini adalah bahasa atau kalimat yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca, penjelasan tiap-tiap permainan (mulai dari asal-usul, waktu, tempat, peralatan, peserta, jalannya dan fungsi permainan) serta nilai-nilai yang terkandung dalam permainan dijabarkan dengan sangat detail. Selain itu adalah pembaca seolah-olah dibawa bernostalgia dengan masa ketika masih kanak-kanak dan teringat dengan segala kesederhanaan, keluguan, serta keceriaan. Masa dimana tidak akan terulang lagi, akan tetapi akan terus terekam dalam memori.

Permainan tradisional kiranya perlu terus dilestarikan dan dipertahankan, mengingat manfaat yang terkandung didalamnya sangat besar bagi pembentukan karakter anak. Perlu adanya upaya pengembangan terhadap permainan tradisional, salah satu caranya misalnya dengan memasukkan permainan anak di lembaga pendidikan formal, sebagai muatan lokal dalam kurikulum atau dikemas sedemikian rupa sehingga menarik untuk ditampilkan dalam event-event tertentu.

Ingin mengetahui lebih jelas mengenai buku ini? Silahkan berkunjung ke Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B di RBU lantai 3. Selamat membaca 

Hits 22