Kumpulan Kisah Pejuang FK UNAIR

plexus

Judul               : Plexus Memorabiliti : Kumpulan Kisah Pejuang FK Unair

Editor              : Faradillah Mutiani

Penerbit           : Baskara media, 2019

ISBN               : 978-623-744-600-2

Tebal               : vi, 174 hal

No.klas            : 808.84 Ple 1

Lokasi             : Koleksi Khusus Kampus A, RBU KKA dan SAC KKB

Resensor          : Fahimatun Nafisa

Buku ini adalah kumpulan kisah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair yang berjuang untuk masuk menjadi bagian dari Satria Airlangga yang ingin menggapai cita-cita mereka untuk menjadi dokter. Di dalam buku ini terdapat 31 kisah dari berbagai angkatan yakni 2013, 2015, 2016, 2017, dan angkatan 2018.  Buku ini adalah buku pertama yang digarap pada masa kepengurusan BEM KM FK UNAIR tahun 2018 dibawah koordinator Biro Literasi sebagai jembatan proses pembuatannya.

Kisah mereka kebanyakan dimulai pada masa SMA yang memang pada masa itu adalah masa penentuan jurusan, sehingga mereka bisa mengetahui mata pelajaran apa yang memang mereka kuasai. Pada masa SMA tersebut kebanyakan dari mereka memang anak-anak yang pintar karena dalam masa sekolah banyak mengikuti lomba-lomba atau olimpiade-olimpiade dalam bidang tertentu, sehingga menjadi poin tersendiri bagi mereka. Semua kisah yang ada dalam buku ini adalah kisah nyata perjuangan para Satria Airlangga untuk masuk menjadi sivitas akademika Unair. Semua kisah tidak berjalan mulus seperti apa yang dibayangkan, mereka harus belajar untuk masuk dalam jurusan ini yakni melalui tes dari jalur SNMPN, SBMPTN, dll.

Setiap orang pasti punya cita-cita, baik itu menjadi dokter, pustakawan, dll. Untuk menggapai cita-cita atau keinginan itu sama sekali tidak mudah, semua membutuhkan proses dan pengorbanan. Untuk itu kerja keras di masa muda sangat menentukann hasil yang akan kita capai di masa yang akan datang. Tidak semua mahasiswa FK UNAIR adalah anak dari orang tua yang mampu, kisah dalam buku ini mempunyai latar belakang yang berbeda sehingga kesulitan yang mereka hadapi juga berbeda-beda.

Terdapat satu kisah yang menarik menurut saya yaitu jangan bertahan di zona nyaman, Anin yang awalnya sudah mantap memilih teknik industri dari awal penjurusan karena dia sangat senang pelajaran fisika dan matematika dan sempat menolak jurusan dokter karena hafalan yang akan mendominasi dalam jurusan tersebut. Akan tetapi seiring berjalannya waktu tekad Anin sangat kuat untuk memilih dokter karena pekerjaanya sangat mulia dia pun ikut dalam bimbingan belajar tambahan. Akhirnya meskipun sudah  banyak mendaftar diberbagai perguruan tinggi dan tidak lolos sehingga sempat merasa putus asa, akan tetapi karena tekadnya sudah kuat dia pun diterima di FK Unair melaui jalur mandiri. Kun Fa Yakun jika Tuhan berkehendak maka jadilah.

Kelebihan dari buku ini bahasa yang digunakan sangat ringan sehingga mudah dipahami oleh siapa saja dan cerita yang disajikan juga singkat dan jelas, sehingga sesuai sasaran pembaca yakni Siswa-siswa SMA/sederajat. Kelemahan buku ini kisah yang disajikan adalah kisah secara acak mahasiwa yang ingin menuliskan perjuannganya masuk ke FK, seharusnya diselipkan pengalaman mahasiwa FK yang berprestasi dalam masa perkuliahan sehingga bisa juga juga untuk memotivasi mahasiswa baru agar mereka juga mampu berprestasi ditengah padatnya tugas kuliah.

Hits 64