Perpustakaan Masa Depan

SeminarHUT59

Seminar Perpustakaan Masa Depan: Perspektif Praktisi, Peneliti, Pustakawan, dan Penerbit diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Perpustakaan Unair ke-59. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan perpustakaan ke depan. Pada tahun 2008-2009 konsep pengembangan perpustakaan mengarah pada style internasionalisasi, konsep ini didukung sepenuhnya oleh DIKTI melalui program world class university library (WCUL). Program tersebut menjadi titik awal pengembangan perpustakaan yang lebih modern. Tujuan dari seminar yaitu memperkaya wawasan dan pengetahuan tentang pengembangan perpustakaan ke depan dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu praktisi, peneliti, pustakawan, dan penerbit. Sehingga diharapkan nantinya para pengelola perpustakaan dapat memberikan potensi terbaiknya untuk mengembangkan perpustakaan ke depan. Untuk keperluan tersebut perpustakaan mengundang empat narasumber yang memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda, yaitu:

  1. 1.Drs. A. Mudjib Afan, MARS, beliau adalah Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Beliau memberikan materi tentang pengembangan perpustakaan ke depan dari sudut pandang praktisi. Menurut beliau pengembangan perpustakaan harus didasari oleh adanya kebijakan. Agar pengembangan perpustakaan berjalan optimal diperlukan sinergi antara kebijakan pusat dan daerah.
  2. 2.dr. Andi Darma, Sp.A., beliau adalah seorang staf pengajar dan peneliti aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Beliau memberikan materi tentang pengembangan perpustakaan dari sudut pandang peneliti yang notabene pengguna perpustakaan. Beliau memaparkan bahwa pengembangan perpustakaan harus melihat pangsa pasar, artinya harus melihat perilaku pengguna. Pengguna perpustakaan lahir pada beberapa generasi, yaitu Baby Boom, Gen X, dan Gen Y. Pengelola perpustakaan harus mencermati pergeseran generasi tersebut. Perpustakaan hendaknya lebih banyak memberikan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat bagi pengguna.
  3. 3.Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Hum., beliau adalah Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia untuk periode 2001 s.d Maret 2014. Beliau memaparkan materi pengembangan perpustakaan berdasarkan perspektif pustakawan. Perpustakaan harus dapat mengakomodir pelaksanaan kegiatan akademik sivitas. Perpustakaan Universitas Indonesia memberikan layanan 24 jam dalam 7 hari. Perpustakaan 24 jam sebenarnya adalah pustakawannya yang siap melayani 24 jam.
  4. 4.Mr. Eric Na, beliau adalah General Manager Cambridge University Press. Beliau memberikan pemaparan tentang pengembangan perpustakaan masa depan dari sudut pandang penerbit. Trend koleksi perpustakaan masa depan mengarah pada digital seperti e-books.

Seminar dihadiri oleh pengelola perpustakaan, praktisi, dan peneliti baik di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, maupun perpustakaan daerah.

Diskusi semakin menarik ketika para peserta seminar ikut berpartisipasi aktif dengan memperdalam pemaparan materi melalui pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan beragam seperti bagaimana mempersuasi staf pengajar agar memberikan daftar referensi mata kuliah yang akan dijadikan sebagai dasar pengadaan koleksi, posisi pustakawan terhadap profesi yang lain seperti staf pengajar terkiat dengan sertifikasi pustakawan, bagaimana pengelola perpustakaan menyikapi pergeseran generasi yang terkesan generasi sekarang seolah tidak memiliki toleransi dan sopan santun, dll.

Akhirnya dapat disampaikan bahwa pengembangan perpustakaan masa depan memerlukan kerjasama dan sinergi antara stakeholder. Seminar ditutup dengan membagikan hadiah (cinderamata) pada peserta seminar yang telah berpartisipasi aktif. (Novita Dwi Anawati)

Hits 4776