Mengawal Airlangga Tanpa Henti

Belum mengenal dengan Bapak Suko Hardjono? Bila anda belum mengenalnya, kami disini mencoba memaparkan pengalaman beliau yang memang mengabdikan sepenuhnya pada almamater biru ini sejak pertama kali menyandang gelar sarjana farmasi di angkatan 1972 kemudian melanjutkan master dan doktornya disini pula. Dari latar belakang inilah beliau ingin sekali membagikan ragam pengalaman terbaiknya selama di UNAIR dalam sebuah buku.

Buku Mengawal Airlangga Tanpa Henti pertama kali dibuatnya saat duduk sebagai Pembantu Rektor III, waktu itu BAB I, II, dan III yang telah terbuat dan cerita bersambungnya dilanjutkan setelah beliau menempuh pendidikan doktoral. Menurut Bapak Suko, pembuatan buku ini berawal saat dia memulainya dengan mengumpulkan banyak foto dan kemudian dituangkannya dalam bentuk cerita. Buku ini bertujuan menggugah generasi muda untuk lebih mengenal almamaternya dengan baik. Beliau juga memaparkan bagaimana filosofi menghadapi mahasiswa harusnya seperti layang-layang yang tetap memantau setiap gerakan mereka.

Pak Suko sendiri merupakan tokoh yang rajin sekali dalam menulis buku, maklumlah sewaktu masih muda, beliau pernah menjadi jurnalis sebuah buletin dan bahkan memiliki terbitan 2 buku yang dipersembahkan untuk keluarga tercintanya yakni “Ku kenang Bapak Ibuku” yang dipersembahkan untuk kedua orang tua beliau selanjutnya buku “Ku kenang Bapak Ibu Samardi” dedikasinya untuk mertua tercinta. Acara Senin Sore yang dipandu oleh rekan-rekan BEM FF ini berlangsung cukup meriah karena dihadiri oleh Ketua Alumni FF UNAIR, Wakil Dekan III FF, Kepala Perpustakaan UNAIR dan beberapa kerabat pengajar yang sangat mengagumi beliau.

Hits 1499