Selamat Guruh Haris Raputra

Rabu, 25 Juni 2014, merupakan tonggak bersejarah bagi Perpustakaan UNAIR khususnya bagi Bapak Guruh Haris Raputra yang mampu meraih peringkat ketiga dan terlibat aktif diri dalam Kompetisi Ajang Pustakawan Terbaik Tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi. Rangkaian materi saat pengujian pun mampu dilalui pria berdarah Kediri, 4 Agustus 1977 ini dengan baik. Diawali dengan tes tulis dengan bahan ujian kognitif, dilanjutkan dengan wawancara, presentasi hingga penilaian karya dari peserta yang mengikuti kompetisi. Tes pengetahuan umum yang diujikan berisikan tentang Peraturan-peraturan Perpustakaan baik UU, PP, maupun Permenpan yang terbaru, juga pengetahuan dasar tentang pengelolaan perpustakaan dan minat baca serta fenomena TBM yang menjamur sekarang ini.

Ajang ini diikuiti oleh 17 Pustakawan yang berasal dari Perpustaaan Sekolah dan Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri serta Perpustakaan Umum Daerah, diantaranya UNAIR, STIE Perbanas, Ubaya, UM, RSUD Saiful anwar, ITS, Akbid surabaya, SMAN 1 Gurah Kab Kediri, SMP Kr. Petra Kediri, SMP Bojonegoro, SD Magetan, Perpusda Kab. Probolinggo, Perpustakaan Kota Surabaya, SMAN 3 Sidoarjo, SMKN 1 Buduran Sidoarjo, Perpusda Sidoarjo, dll.

Acara sendiri dibuka oleh Kepada Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi saat semua peserta telah menyelesaikan tes tulis. Program ini berlangsung dari pagi hingga malam, bahkan Bapak Guruh memiliki jatah untuk presentasi sekitar pukul 15.00. Bapak Guruh mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Pustakawan dan moralitas anak bangsa” dimana dilatarbelakangi oleh keprihatinan penulis tentang semakin merosotnya moralitas generasi sekarang dan sebagai pustakawan kita mempunyai kewajiban untuk ikut memberi warna positif bagi pembangunan bangsa dimana peran-peran pustakawan harus semakin dimaksimalkan seperti tertuang dalam UU No 43 2007 tentang Perpustakaan khususny Pasal 32 ayat C berbungi “memberikan keteladanan dan menjaga nama baik lembaga dan kedudukannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya”. Kita harus bisa menjadi teladan diawali dari lingkungan terkecil yakni keluarga kita, bayangkan bila semua pustakawan di seluruh Indonesia bisa menjadi teladan dalam keluarganya masing-masing betapa besar dampaknya bagi generasi yang terlahir dengan budaya baca sehingga bisa melek informasi dan tidak terperosok dalam kemerosotan moral.

Juri dalam ajang bergengsi ini terdiri dari Ibu Ratnaningsih, Bapak Melki, dan Bapak Djuhari serta pada detik-detik terakhir mengumumkan siapa saja yang berhak menyandang juara I,II atau III bahkan Juara untuk Harapan I, dan II pun mengisi kompetisi ini. Untuk Pemenang Pertama berhak mengikuti Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional. Berikut para pemenangnya :

Juara 1                    : Setiawan, Pustakawa dari Universitas Negeri Malang

Juara 2                    : Rotmianto Mohammad, Pustakawan sekolah dari Kab. Magetan, Pencipta E- ddc

Juara 3                    : Guruh Haris Raputra, Pustakawan dari UNAIR

Juara Harapan 1        : Yeni Gonti, Pustakawan dari ITS

Juara Harapan 2        : Diana, Pustakawan STIE Perbanas

Hits 1739