PENYELESAIAN SENGKETA HUKUM TEKNOLOGI INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRIK

Buku yang berjudul “Penyelesaian Sengketa Hukum Teknologi Informasi dan Transaksi Elektrik” ini, ditulis dengan maksud memahami pasal 39 ayat (2) UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektrik. Pasal tersebut berbunyi “selain penyelesaian gugatan perdata……., para pihak dapat menyelesaikan sengketa melalui arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Penulis melalui buku ini berharap, kasus hukum yang terjadi seperti yang menimpa Prita Mulyasari dapat diselesaikan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa berdasarkan pada prinsip “ win win solution”.

Buku ini banyak mengupas UU tentang informasi dan transaksi eletronik, dimana UU no 11 tahun 2008 tersebut dibentuk dalam upaya mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknologi informasi dan transaksi elektronik. UU tersebut mengantisipasi terjadinya kekosongan hukum jika di kemudian hari terjadi tindakan melawan hukum.

Penjelesan dalam buku ini diawali dengan penjabaran mengenai hukum teknologi dan transaksi elektrik, dimana kedua hal tersebut merupakan bagian dari aspek pembaharuan hukum. Aspek ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan hukum informasi dan transaksi elektronik. Dalam buku ini disebutkan ada beberapa hal yang dapat mengubah hukum yaitu lahirnya teknologi tinggi, pengaruh global dalam bidang electric commerce, tindak pidana cyber crime, perkembangan teknologi informasi dan kejahatan korporasi.

Secara garis besar, buku ini terbagi dalam dua hal, pertama membahas hukum teknologi informasi dan transaksi elektronik dari sisi filosofis, sosiologis, yuridis, asas, tujuan serta ketentuan-ketentuan umum yang terdapat pada UU no 11 tahun 2008.

Bagian kedua buku ini dilengkapi oleh peraturan prosedur arbitrase pada badan arbitrase nasional Indonesia, UU no 11 tahun 2008 tentang teknologi informasi dan transaksi elektronik serta UU no 30 tahun 1999 tentang arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa.

Buku ini tepat dibaca oleh mahasiswa, dosen, praktisi bidang hukum. Selain itu buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin menekuni dan mempelajari penyelesaian sengketa hukum melalui arbitrase. Gaya penulisan dan bentu huruf dalam buku ini cukup jelas sehingga mudah difahami. Namun jika buku ini dilengkapi dengan contoh-contoh nyata akan lebih menarik. Buku diresensi oleh Dewi Puspitasari dan bisa anda temukan di Koleksi Khusus Perpus UNAIR Kampus B Lt. 2 dengan nomor 347.09 Dja p-1


Hits 5785