Pustakawan 1/2 Gila?

Tiada orang besar sukses tanpa membaca, coba telusuri tokoh-tokoh dunia yang sukses semua juga karena membaca dan untuk membuat negeri ini keluar dari keterpurukan, membaca adalah kunci utamanya. Bapak Suherman begitu bersemangat memberikan inspirasi agar semua orang mau membaca, karena dengan membaca kita juga dapat menikmati hidup bahkan mampu menghindari kepikunan. Negara-negara maju didunia sangat memperhatikan apa yang disebut membaca. Karena dengan membaca budaya terbentuk bahkan mampu memajukannya secara bersamaan.

Menjadi seorang pustakawan, haruslah out of the box atau keluar dari kotak, demikian makna yang didapat dari Bedah Buku Tulisan Bapak Suherman yang berjudul Pustakawan ½ Gila, bila gila penuh tentunya tidak bisa menulis buku, demikian kelakarnya dan disambut tawa para pustakawan dan pemerhati perpustakaan yang turut hadir di sore kemarin. Pustakawan jika mau dihargai tentunya dapat memberikan banyak kontribusi ke negeri ini.

Pustakawan diharapkan tidak terpatri pada apa yang ditetapkan dalam angka kredit, harusnya lebih dari hal itu. Banyak kegalauan melanda anak muda dari jurusan perpustakaan, akibat moratorium pengangkatan pegawai, namun apakah kita harus berhenti dari situ, dimana dokumentasi dan informasi masih ada, pustakawan pun akan tetap hidup. Bapak Suherman pun menceritakan bahkan banyaknya pekerjaan yang diberikan oleh LSM untuk pustakawan merupakan lahan baru bagi kita.

Pustakawan telah menjadi pilihan hidup beliau, dan sebaran virusnya ditularkan ke rekan-rekan sejawat yang hadir saat itu. Kumpulan cerita-cerita menarik seputar kegiatannya di dunia kepustakawanan dituangkan dalam buku. Kiat menulis pun beliau juga ungkapkan. Bahkan cita-cita beliau yang ingin mendirikan sekolah berbasis membaca ingin segera diwujudkan.

Hits 2391