Dongeng untuk Aisyiyah

aisyah

Memasuki tahun 2015, Perpustakaan Universitas Airlangga (Unair) sudah mempunyai beberapa agenda kegiatan yang akan dilakukan untuk mewarnai tahun ini. Pada bulan Februari, tepatnya tanggal 5 Februari 2015 Perpustakaan Unair mengadakan acara story telling di TK Aisyiyah 06 Mulyorejo. Pemilihan tempat di TK Aisyiyah 06 ini tidak serta merta, akan tetapi sebelumnya di TK ini Perpustakaan Universitas Airlangga telah mendirikan taman baca binaan. Sebagai tindak lanjut dari pendirian taman baca di 7 (tujuh) TK/PAUD dan panti asuhan, maka perpustakaan mengadakan story telling dan beberapa kegiatan di taman baca binaan yang akan mendekatkan siswa-siswi pada buku (baca:gemar membaca) dan perpustakaan.

Acara story telling yang dimulai pada pukul 10.00 WIB tersebut, mengundang sekitar 70 siswa-siswi TK Aisyiyah 06 Mulyorejo. Kedatangan tim story telling yang terdiri dari tujuh orang pun disambut gembira oleh siswa-siswi yang sudah tidak sabar untuk mendengarkan cerita. Setelah melakukan persiapan teknis, tibalah saat pustakawan Unair memulai ceritanya. Dengan judul cerita Burung Pipit dan Semut Merah, pustakawan Unair menceritakan kisah kebaikan dan sikap tolong menolong antara burung pipit dan semut merah.

“Cerita berawal dari kisah si burung pipit yang berkicau merdu di hutan sambil terbang kesana kemari, diantara satu dahan ke dahan yang lain. Tidak lama kemudian, burung pipit mendengar suara samar-samar meminta pertolongan. Setelah dicari, ternyata burung pipit menemukan semut merah yang terbawa arus di sungai ketika mencari makan. Burung pipit pun menolong si semut merah dengan menggunakan daun kemudian mematuk daun tersebut dan membawanya terbang ke tempat yang aman. Si semut merah sangat berterima kasih atas pertolongan burung pipit yang baik hati. Kemudian mereka berpisah untuk melanjutkan kembali perjalanan masing –masing.

Tidak lama kemudian, ketika semut sedang berjalan untuk mencari makan, dia melihat pemburu yang membawa senapan akan menembak burung pipit yang pernah menolongnya. Agar burung pipit dapat selamat dari bidikan senapan si pemburu akhirnya semut merah segera berlari sekuat tenaga kerah si pemburu dan segera menggigit mata pemburu. Kontan saja pemburu merasa kesakitan dan tembakannya meleset, tidak mengenai burung pipit. Akhirnya burung pipit selamat dan dia berterima kasih kepada semut merah atas bantuannya. “ –end-

Di awal acara story telling, ketika adegan burung pipit sedang bernyanyi, pustakawan Unair memutar video lagu anak yang berjudul cit cit cuit yang pada era 90 an pernah tenar. Anak – anak terlihat gembira dan ikut bernyanyi bersama walaupun tidak semua tahu dan hafal liriknya. Setelah selesai acara story telling tibalah saatnya untuk membagikan hadiah pada anak-anak. Dengan memberikan pertanyaan terkait burung pipit dan semut merah, pustakawan Unair telah menyiapkan sejumlah buku, notes dan tas untuk anak yang dapat menjawab pertanyaan.

Acara semakin meriah dan ramai karena semua anak-anak sangat antusias, mengacungkan tangan ingin dipilih maju kedepan untuk menjawab pertanyaan. Ternyata anak-anak yang dipilih maju kedepan untuk menjawab pertanyaan dari pustakawan Unair, semuanya menjawab dengan benar. Di akhir acara, ibu Djuwarnik selaku penanggung jawab kegiatan menyerahkan sejumlah buku kepada perwakilan guru Aisyiyah 06 sebagai koleksi tambahan untuk taman baca di TK tersebut.

Bukan hanya siswa-siswi, guru nya pun senang atas kedatangan pustakawan Unair dalam kegiatan story telling bahkan salah satu guru TK tersebut meminta pada pustakawan Unair untuk sering-sering datang dan mengadakan acara serupa. Disamping anak-anak terhibur, juga kegiatan story telling tersebut sangat bermanfaat dalam mendekatkan anak pada dunia buku.

Hits 1778