Bercerminlah

Buku Potret Diri ini meskipun kecil tetapi memiliki manfaat yang sangat besar dalam menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik. Buku ini ditulis oleh Omda Miftaul Luthfi Muhammad. Dia adalah seorang pekerja sosial dengan menjadi Pelayan di Ndalem Kasepuhan PeNUS MTI al-Ibadah al-Islami di Tambak Bening Surabaya. Buku ini ditulis berdasarkan fakta-fakta yang ia jumpai di masyarakat kemudian di-explore supaya lebih luas-luwes dan mendalam. Tujuan buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi ke depan bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Islam supaya menjadi masyarakat mulia yang mampu menyangga kehidupan berbangsa dan bernegara secara rahmatan lil alamin.

Seperti halnya sebuah komputer yang memiliki “data base” maka manusia juga memiliki “data base”. Dengan bekal potret diri ini diharapkan kita dapat mengenal dan memahami masing-masing “data base” kita sendiri. “data base” ini sangat diperlukan oleh setiap orang yang menghendaki hidup SSB (Sehat, Sejahtera, dan Bahagia). Ada pertanyaan mengapa seseorang hidupnya tidak SSB ? sebab mereka tidak mempunyai “data base” yang akurat dan juga tidak memahami “data base” diri mereka sendiri. Contoh nyata dari kehidupan berbangsa dan bernegara, bangkrutnya bangsa Indonesia, hal ini dikarenakan bangsa Indonesia kehilangan “data base”. Sehingga sangat sulit untuk melakukan perbaikan dan pembenahan. Sangat sulit menentukan dari mana yang paling awal untuk dibenahi dalam mengatasi multi krisis yang terjadi di negeri ini. Akibatnya, siapapun yang menjadi presiden republik ini tidak bakal mampu menyelesaikan multi krisis yang melanda. Coba perhatikan negara-negara yang seangkatan dengan Indonesia mengalami krisis sudah selesai, Korea Selatan tahun 1998 mampu melewati krisis dalam waktu setahun. Sedangkan Indonesia sampai hari ini masih terus belum jelas “Potret Diri” bangsanya.

Penulis sangat yakin untuk mengurai multi krisis yang melanda negara kita hanya dapat diawali dari diri sendiri. Setiap orang Indonesia harus melakukan revolusi secara mandiri. Kemandirian dalam melakukan perubahan perilaku itulah yang menjadi kata kunci supaya Indonesia cepat menemukan jati diri dan citra diri yang sebenarnya. Artinya bangsa Indonesia harus menjadi dirinya sendiri jangan sampai kehilangan potret asli sebagai bangsa Indonesia.

Diharapkan orang Indonesia secara cepat harus segera memiliki “Potret Diri” yang jelas sebagai orang Indonesia. Sebab, apapun hebatnya seseorang tetap tidak terkalahkan jika orang itu menjadi dirinya sendiri. Betapa memalukan jika diri kita potret ternyata yang terjadi adalah potret orang lain.

Mengapa Semua dari Diri Sendiri?

Sebagaimana telah dinyatakan dalam Alqur’an

“Dan, tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Dan, tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya. Dan, tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas. Dan, tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. Nabi SAW tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya (Qs. Fathir (35) : 19-22)

Maka jelas sekali yang harus merubah adalah diri kita sendiri. Prinsipnya siapa pun tidak akan pernah dapat merubah perilaku seseorang. Jika ada seseorang yang mengalami perubahan baik atau buruk maka sumber perubahan perilaku tersebut adalah dalam dirinya sendiri

Bagaimana kita melakukan revolusi secara mandiri?

Di buku ini dijelaskan langkah awal adalah manajemen diri (self management). Menurut penulis “Manajemen Diri” adalah proses penataan diri dalam rangka mengelola dirinya sehingga dirinya dapat berubah menjadi yang terbaik, yang diwujud nyatakan dengan kemanfaatan dan kepemilikan atas daya gunanya. Jika seseorang ingin melakukan perubahan perilaku (behavior transformation) maka dalam dirinya harus mengamalkan pilar-pilar Manajemen Diri. Ada tiga pilar manajemen diri yaitu : Interpersonal Skill, Social Skill, Intuitional Skill. Buku ini perlu kita baca dan menjadi solusi dalam menghadapi situasi Indonesia yang sekarang ini tidak serba menentu. Dan dapat menjadi cermin yang nyata bagi Bangsa Indonesia agar tidak mengalami kesalahan yang berulang kali pada kesalahan yang sama. Buku dirensensi oleh Sulistyorini.

Hits 2149